Masih Ingat Siswi yang Tulis Status Tentang Dugaan Kecurangan UN, Kini Ia Telah Meninggal

oleh
AN saat mendapatkan perawatan
AN saat mendapatkan perawatan

Sidempuan – Masih ingat AN siswi kelas XII SMK Negeri 3 Padangsidempuan yang meminum racun rumput, setelah diintograsi gurunya karena memposting dugaan kecurangan UNBK beberapa waktu lalu di Facebook. Kini siswi yang terkenal pendiam tersebut menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan  selama sembilan hari di RSUD Padangsidempuan.

Seperti yang dilansir dari Sindonews, Yanwar Nasution (49), ayah korban meratapi kepergian anak kesayangannya. Yanwar menyesali kejadian yang menimpa anaknya.

“Kenapa bisa seperti ini,” ujarnya lirih.

Baca: Ditegur Guru Ungkap Kecurangan USBN,  Siswi di Sidempuan Nyaris Tewas karena Minum Racun Rumput

Isak tangis sang ayah semakin kuat, ketika belasan rekan-rekan korban datang ke rumah sakit. Bahkan, sejumlah rekan korban ikut histeris ketika melihat jenazah Amelya.

Para guru yang sebelumnya hadir terlebih dahulu di rumah sakit terpaksa ikut menenangkan siswanya yang menjerit-jerit karena tidak percaya rekannya meninggal. Jenazah siswa Kelas XII dibawa ke rumah duka di Desa Bahal, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, pukul 12.00 WIB.

Iddiyah Annur (19), rekan korban yang juga mengaku mendapatkan intimidasi dari seorang oknum guru mengaku terkejut mendapat kabar kematian temannya. Selanjutnya, dia langsung ke rumah sakit untuk memastikan keadaan korban.

“Awalnya saya merasa tidak percaya setelah mendapatkan kabar Amelya sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Dia berharap pihak kepolisian menindak oknum guru yang sudah mengintimidasi korban bersama dirinya dan seorang rekannya bernama Rini. “Saya berharap agar guru itu ditindak secepatnya, gara-gara intimidasi itu, kawan saya minum racun,” tegasnya.

Sementara itu dalam postingan Facebook, kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara, menuliskan turut berduka atas kepergian siswi tersebut.

“Innalillahiwainnailaihirojiun. Amelia, siswi SMKN 3 Padangsidimpuan yg diinterogasi guru BK dan 2 guru lainnya yg diduga menjadi penyebab siswi itu merasa terintimidasi sehingga berusaha bunuh diri dgn minum racun, akhirnya meninggal dunia,” tulisnya dalam postingannya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi di lapangan  peristiwa yang menimpa AN (17) warga Desa Batang Bahal, Padangsidimpuan itu berawal saat ia bersama dengan kedua orang temannya membuat status  Facebook tentang kecurangan USBN.

Saat itu, mereka menulis status, waktu USBN anak dari seorang guru bersama  kawan-kawannya dikasih kunci jawaban, sedangkan mereka tidak.

“Saat kami USBN kan, buat status anak guru dikasih kunci jawaban tapi kami tidak,” ucap ID  teman AN dan dibenarkan kawan-kawannya.

Awalnya menurut mereka,  postingan tersebut tidak ada dipermasalahkan. Namun beberapa guru lain, memanas-manasin guru yang memberi kunci jawaban tersebut dan membuat mereka dipanggil oleh guru itu

“ada yang panasin ibu (guru yang beri kunci jawaban), supaya status facebook  kami diperpanjang  dan bisa membaut kami dipenjara dan kami langsung ketatukan karena ancaman tersebut,” ucapnya

Hal ini lah yang membuat AN ketakutan dan melaukan aksi nekat dengan meminum racun rumput yang dibelinya dari sebuah kedai (warung) yang berada didekat rumahnya.

Kamsiyah Sinaga Guru SMK N 3 yang disebut mengintimidasi AN membantah ia ada mengintimidasi. Ia hanya saja,  menegur AN bersama dengan dua orang  temannya yang sering buat status di medsos. Guru yang mengajar tata rias ini mengaku, ia mencoba menasehati soal status yang dibuat muridnya di media sosial facebook.

Saya hanya menasehati mereka (tentag status AN di Facebook) dan tidak ada mengintimidasi dia,” ucapnya

Ia pun tak menyangka teguran dia tersebut, membuat siswinya itu melakukan hal yang nekat. Selama ini, ia melihat siswinya tersebut sanga berlebihan ketika menggunakan facebook.

“Niat saya baik. Cuman minta mereka supaya tidak berbuat yang macam-macam. Pasalnya, kita takut nanti mereka bisa terjerat hukum karena tindakan mereka. Makanya kita nasehati mereka,” akunya. (sindonews/mt)