Sudah ditetapkan Jadi Tersangka, Anthoni Baru Minta Maaf

oleh

Medan – Anthony Hutapea (61), warga Perumahan Bukit Hijau Residence, Jalan Setia Budi, Medan Sunggal akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama, Senin (17/4/2017).

Penetapan status tersangka terhadap Anthoni Hutapea menyusul dirinya memposting kalimat yang berisi “Alquran kitab yang cacat yang belum semuanya diciplak dari bibel keburu Muhammad mati diracun istrinya yang masih anak-anak berumur 15 tahun yaitu Aisyah atas suruhan orangtuanya karena tidak tahan melihat Muhammad hiperseks semua disikat menantu, mertua semua diewek Muhammad”.

Baca: Ini Wajah Anthoni Hutapea yang Menghina Umat Islam

Postingan ujaran kebencian itu diposting tersangka Anthoni Hutapea pada 11 April 2017.

Atas postingan tersebut pada 13 April 2017 pukul 20.00 WIB Komunitas Pejuang Subuh berada di Mesjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis melaksanakan kegiatan agama.

Baca: Pimpinan Gereja UEM Siap Hantarkan JR Saragih Menuju Sumut 1

Salah seorang saksi bernama Ispan Fahrudin menyampaikan kepada jamaah bahwa Anthoni Hutapea memposting tulisan di facebook ( FB).

Dengan adanya hal tersebut Komunitas Pejuang Subuh membuka akun facebook Anthoni Hutapea dan ternyata benar tersangka memposting kata-kata pada tanggal 11 April 2017.

Atas penistaan itu Komunitas Pejuang Subuh merasa keberatan dan melaporkan yang bersangkutan ke Polrestabes Medan pada tanggal 14 April 2017.

Laporan itu tertuang dengan nomor LP/825/K/IV/2017/Restabes Medan tanggal 14 April 2017 dengan pelapor Abdul Azis Balatif dan LP/830/K/IV/2017/Restabes Medan tanggal 15 April 2017 dengan pelapor Jakpar. Untuk barang bukti, polisi menyita screenshoot posting facebook atas nama Anthoni Hutapea sebanyak 7 lembar, handphone pelaku dan surat pernyataan atas nama pelaku.