Uruguay dan Kolombia Legalkan penggunaan Ganja Untuk Medis

oleh
ils ganja
ils ganja

Suarakita.co.id – Masih ingat kisah Fidelis Ari yang ditangkap Badan Narkotiaka Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, karena menggunakan daun ganja untuk perobatan istrinya Yeni Riawati yang menderita penyakit langka Syringomyelia.

Ternyata alasan Fidelis Ari, yang menggunakan daun ganja mempunyai alasan yang masuk akal.

Pasalnya dibeberapa negara Amerika Latin, memang menggunakan daun ganja sebagai pengobatan. Bahkan, Urugay dalam waktu dekat akan ‘menghalal’ kan penjualan daun ganja dengan meletakkanya di Apotik.

Baca: Karena Ganja, Fedelis Ari Tertangkap dan Istirnya tak Tertolong

Pada Senin, (27/3/2017) Fedelis Ari dikawal ketat oleh petugas kepolisian Polres Sanggau ia diijinkan pulang menjenguk jasad sang istri dan menghampiri sang anak yang tengah duduk sendirian di teras rumahnya | Facebook

Baca: Diterjang Puting Beliung, 43 Rumah Rusak di Simalungun

Seperti yang dilansir dari BBC, Uruguay akan mulai menjual ganja di apotek-apotek pada bulan Juli mendatang. Keputusan ini merupakan tahap akhir di negara yang mempelopori pengaturan narkoba, alih-alih mengkriminalisasi penggunanya.

Negara di Amerika Selatan ini akan menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan penjualan narkoba untuk kepentingan rekreasi.

Uruguay mengesahkan perdagangan ganja pada tahun 2013. Namun, hingga kini undang-undang tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya.

“Ganja akan disalurkan ke berbagai apotek mulai bulan Juli ini,” kata ajudan presiden, Juan Andres Roballo, dalam sebuah konferensi pers.