Metro

Wacana Jadi Kota Atlit, Eh  Atlit Lebih Milih Pindah ke Luar Medan

Suasana pembahasan LKPj di gedung DPRD Medan.

MEDAN –  Wacana kota Medan sebagai kota Atlet tampaknya suliit untuk diwujudkan. Sebab, saat ini banyak atlit di Kota Medan yang rela berpindah ke Kota lain.

“Alasan tidak ada sarana dan prasarana,”kata Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Medan, Azam Nasution dalam rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan 2016 bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Medan, Senin (9/5).

“Kami punya Cabang unggulan yang kita bina, salah satunya gulat. Tapi, atlit sering mengeluhkan minimnya sarana prasarana,”tambahnya.

“Meski sarana prasarana tidak lengkap, kami tetap lakukan pembinaan. Walaupun banyak atlit yang pindah keluar kota atau keluar saat event,”terangnya.

Azam berdalih  sarana dan prasarana dikelolan oleh Dinas Pertamanan. Dinas yang tidak berkaitan dengan olahraga. Kondisi ini menyebabkan sulitnya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, terkait pembinaan olahraga.

“Bantuan dari pusat tak bisa, karena sarana dan prasarana bukan dikelola dinas terkait,” katanya.

Pernyataan itu dinilai tak singkron dengan program anggaran yang diproyeksikan tahun 2016.

“Saya rasa jangan keliru ya. Di sini ada dianggarkan program peningkatan sarana dan prasarana sebesar Rp 2,1 miliar,” kata Anggota Pansus DPRD Medan, Hendra DS menanggapi.

Ketua Pansus DPRD Medan Pembahasan LKPj tahun 2016 Zulkarnaen Yusuf Nasution mengatakan, pembahasan LKPj untuk melihat kinerja, bukan anggran. Walau serapan anggaran tak lepas, sebagai pembanding pelaksanaan program.

“Memang tak mungkin berprestasi kalau sarana dan prasaran tidak cukup. Pembahasan LKPj ini untuk menilai kinerja. Jadi, kalau dibutuhkan silahkan ajukan proposalnya agar dibahas nanti,” katanya. (tjg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top