Metro

Meski Ada Larangan, Jukir Tetap Kutip Retribusi di Jalan Nasional

Ilustrasi : Sejumlah kendaraan roda dua sedang parkir.
Ilustrasi : Sejumlah kendaraan roda dua sedang parkir.

MEDAN – Sejak 2015, Dinas Perhubungan Kota Medan tidak lagi menjadikan ruas jalan nasional menjadi titik atau lokasi yang diperbolehkan bagi juru parkir (jukir) untuk mengutip retribusi parkir.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong mengatakan meski secara aturan tidak diperbolehkan jukir mengutip retribusi, tapi tetap saja banyak berkeliaran jukir di ruas jalan nasional dan mengutip retribusi parkir kendaraan bermotor.

Dia pun telah menyampaikan informasi tersebut kepada Dishub serta aparat kepolisian untuk menertibkan jukir liar yang telah meresahkan masyarakat.

“Kepolisian dan Dishub jangan saling melempar tanggungjawab tentang siapa yang berhak menertibkan, intinya masyarakat sudah resah. Jadi aparat kepolisian dan Dishub harus bersinergi untuk itu,”jelasnya, Sabtu (13/5).

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Medan ini mengingatkan agar pengawasan terhadap potensi PAD dari sektor parkir perlu ditingkatkan. Sebab selama ini target tersebut tidak berhasil dipenuhi oleh Dishub, dengan banyaknya kebocoran yang terjadi. “Padahal PAD dari sektor itu sangat membantu buat pembangunan Kota Medan. Sayang disayangkan bila target itu tidak tercapai lagi tahun ini,”tuturnya.

Kadishub Medan, Renward Parapat mengaku pihaknya sudah tidak melakukan pengutipan di ruas jalan nasional sejak 2015 lalu. Namun fenomena pengutipan oleh jukir liar pada jalan-jalan nasional masih saja terjadi hingga kini.

“Sejak edaran Kemenhub keluar, kami tidak lagi mengutip di jalan nasional.  Kalaupun ada (oknum) mengatasnamakan Dishub, dia memakai bad yang lama sebab sudah kami tarik izinnya. Jukir-jukir di daerah ringroad juga bukan orang kita,”jelasnya.

Dia juga mengamini, cenderung oknum jukir liar yang terorganisir tersebut, meminta uang parkir diluar ketentuan. Di mana tanpa menyesuaikan klasifikasi tipe/kelas tempat parkir tersebut.

“Mereka kan sering mark-up (menaikkan) kutipan parkir. Suka-sukanya saja. Seperti di Ringroad sana sering kita pantau lakukan pengutipan. Tapi itu saya tegaskan bukan petugas kami,” ujarnya.

Adapun diantara jalan nasional itu seperti Jl. SM Raja mulai dari simpang Jl. Tritura menuju Amplas. Kemudian Jl. Binjai yang sebagian wilayah Medan sampai kearah Stabat juga merupakan jalan nasional. Selanjutnya Jl. Yos Sudarso mulai dari jalan dekat Rumah Sakit Mata Friska sampai ke Belawan, serta Jl. Tritura sampai simpang Jl. Jamin Ginting dan Jl. Ngumban Surbakti/Ring Road. (TJG)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top