5 Wanita Terjaring Ops Ramadhan Satpol PP Madina

oleh
Wanita terjaring Satpol PP Madina saat melaksanakan monitoring ditempat hiburan malam, cafe, karaokean dan hotel, senin malam (29/5). (FRY)
Wanita terjaring Satpol PP Madina saat melaksanakan monitoring ditempat hiburan malam, cafe, karaokean dan hotel, senin malam (29/5). (FRY)

MADINA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) amankan 5 wanita yang berada ditempat hiburan malam saat Satpol PP lakukan razia, Selasa (30/5).

Razia tempat hiburan malam, cafe dan karaokean yang dilakukan Satpol PP sebagai bentuk tindaklanjut surat edaran yang telah dilayangkan mereka (Satpol PP,red) kepada pemilik usaha tempat hiburan malam, cafe atau karaokean untuk tidak beroperasional (ditutup) selama bulan suci ramadhan.

Pelaksana Kasatpol PP, Madina, Ahmad Duroni kepada wartawan usai monitoring mengatakan, satpol pp Madina baru saja selesai melakukan monitoring guna melihat apakah ada pemilik tempat hiburan malam, cafe, karokean dan hotel yang mematuhi surat edaran yang kita keluarkan supaya tidak buka selama Ramadhan.

“saat kita melakukan monitoring, ternyata masih ada tempat hiburan malam, cafe, karaokean dan hotel yang beroprasional,” ucapnya.

Kemudian tambahnya, Pihaknya menemukan ada wanita yang berada di cafe dan karokean, sementara waktu yang ditentukan perda Madina untuk beroperasional sudah lewat waktu.

” untuk pelanggaran tersebut, kelima wanita itu langsung kita amankan dan dibawa ke Kantor untuk dilakukan proses serta pembinaan” jelasnya

Masih Duroni, apabila nantinya kelima wanita sudah ada yang dua kali terjaring razia, maka akan ditindak lanjuti lebih jauh dengan membuat surat pernyataan dan mereka wajib lapor.

“Bagi tempat tempat hiburan malam, cafe dan karokean yang tidak menghiraukan surat edaran karena tetap beroperasional selama bulan suci ramadhan, maka satpol pp akan menyurati Dinas Perizinan agar mempertimbangkan kembali izinnya” tegasnya

Sesuai arahan dan perintah Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution, pihaknya tidak akan main-main serta akan tindak
tegas mengenai penyakit masyarakat ini, demi terciptanya kabupaten Madina yang Madani dan menjadi Negeri beradat taat beribadat. (FRY)