Bawaslu Sumut Minta KPU Buka Diri

oleh

MEDAN — Rendahnya partisipasi pemilih pada pemilihan wali kota pada Pilkada 2015 lalu masih terus menjadi pembicaraan sampai saat ini. Bagaimana tidak, tingkat partisipasi saat itu tidak lebih dari 25 persen. Jumlah tersebut merupakan yang paling rendah se Indonesia.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumut punya tanggung jawab untuk ikut serta meningkatkan partisipasi pemilih. Oleh karena itu, Bawaslu meminta agar KPU lebih membuka diri khususnya perihal data pemilih.

“Kami ikut bertarungjawab perihal rendahnya partisipasi pemilih. Salah satu penyebab rendahnya partisipasi pemilih yakni buruknya penataan tempat pemungutan suara (TPS),”ujar Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, Selasa (23/5).

“Perlu dicermati bahwa TPS lah yang harus mendekatkan diri kepada pemilih, bukan sebaliknya. Kedepan keberadaan TPS yang jauh dari tempat tinggal pemilih menjadi penyebab masyarakat malas datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,”tambahnya.

Anggota Bawaslu Sumut, Aulia Andri menambahkan saat ini suhu politik di Sumut sudah mulai memanas. Telah terjadi pertemuan-pertemuan antar pengurus parpol untuk penjajakan koalisi.

Namun yang disoroti Aulia yakni keberadaan alat peraga. Menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya idul Fitri, dia yakin akan semakin banyak alat peraga yang dipergunakan bakal calon seperti baliho, umbul-umbul, brosur dan sebagainya.

“Kalau dibilang yang dilakukan bakal calon itu pra kampanye, sayangnya UU tidak ada bicara itu,”tuturnya.(TJG)