Ditetapkan Tersangka, Nenek ini Menang Prapid

oleh
Suasana sidang prapid Refina yang ditetapkan tersangka oleh Polsek Patumbak di PN Medan
Suasana sidang prapid Refina yang ditetapkan tersangka oleh Polsek Patumbak di PN Medan

MEDAN – Refina Tambunan (71) tampaknya bernafas lega. Pasalnya penetapan ia menjadi seorang tersangka atas tuduhan penganiayaan yang ditetapkan oleh polsek patumbak gugur setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Medan (PN) Medan mengabulkan prapidnya.

Informasi yang didapat, Refina dan anaknya Juni (40) ditetapkan sebagai tersangka saat keduanya terlibat keributan dengan marco Rambe di Jalan Saudara, Gang Lestari, 24 Desember 2016 silam.

Dalam laporan Marko Rambe ke Polsek Patumbak berdasarkan nomor STPL/1108/XII/2016/Sek Patumbak, ia mengaku mengalami penganiayaan yang dilakukan Refina dan anaknya. Atas dasar laporan tersebutlah, Refina melayangkan gugatan praperadilan ke Polsek Patumbak

Dalam sidang yang dipimpin, Majelis Hakim Tunggal Muchtar di Ruang Kartika memutuskan penetapan tersangka Refina dan anaknya yang dilakukan Polsek Patumbak tidak sah. Selain itu, majelis hakim juga meminta kepolisian untuk merehabilitasi nama baik Refina dan anaknya

“Saya perintahkan kepolisian untuk mengembalikan nama baik pemohon,” ucapnya membacakan putusan

Ishak Rudianto Sihite selaku kuasa hukum Refina mengaku puas dengan putusan hakim yang mengabulkan gugatan Refina. Ia pun meminta, Polsek Patumbak untuk menghormati putusan prapid tersebut

“Tidak mungkin lah, seorang nenek yang berumur 71 tahun melakukan penganiayaan. Saya harap ini jadi pelajaran untuk ekstra hati-hati menetapkan seseorang menjadi tersangka,” ucapnya. (bam)