Ini Kunci Sukses JR Saragih

oleh
JR Saragih Saat mengendarai alat berat untuk menutupi longsor di kec Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
JR Saragih Saat mengendarai alat berat untuk menutupi longsor di kec Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Simalungun – Sosok Jopinus Ramli Saragih atau dikenal dengan JR Saragih melewatkan masa kecilnya dengan tidak mudah. Bahkan, saat masa kecil disaat anak seusianya lebih banyak bermain, ia  sudah memiliki tanggung jawab dalam hidupnya

Bayangkan saja hanya untuk bersekolah saja,  pria kelahiran 10 November 1968 ini  tidak ada yang membiayainnya.  Semasa kecil ia pun tinggal bersama neneknya (alm) Tapi br.Purba di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Karena tidak ada yang membiayainnya sekolah, Jr kecil harus bekerja hanya untuk dapat mengejam bangku pendidikannya.

“saya pingin sekolah tapi tidak ada yang biayain. Sehingga waktu mau belajar juga ngak ada, karena saya ditempa dengan kehidupan, harus kerja,” ucap JR Saragih bupati Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (11/5/2017).

JR Saragih

Kerasnya kehidupan saya di masa kecil yang membentuk pribadi saya untuk selalu disiplin. Semangat kedisiplinan itulah yang terus saya bawa dalam membangun masyarakat. Semoga saya dikuatkan untuk terus konsisten dengan pelajaran kehidupan yang membentuk saya seperti sekarang ini.

Posted by JR Saragih on Tuesday, 9 May 2017

Ia mengkisahkan, saat kecil pagi-pagi buta ia harus bangun, bukannya ke sekolah melainkan ia harus berangkat berangkat ke ladang dulu.  Ia pun harus melepaskan kuda diperternakkan yang ada diperkebunan itu.

Tidak sampai disitu, ia pun harus bawa air dari sungai ke rumah neneknya. Setelah selesai baru lah ia berangkat ke sekolah. Dengan rutinitas yang dilakukannya itu, dari situ waktunya sudah habis,

“ Saya berangkat ke sekolah., selalu saja terlambat lima menit. Selain karena harus ke ladang terlebih dahulu, hal itu juga dikarenakan jarak antara rumah ke seolah itu, butuh waktu 20 sampai 25` menit dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Meskipun begitu, ia tidak pernah merasa lelah bahkan apa yang dilakukannya sewaktu kecil membentuknya lebih disiplin. Bahkan sepulang sekolah, ia juga harus harus bekerja untuk sebagai mekanik, seperti memperbaiki  TV dan sepeda motor pada saat itu.