Nenek Penyiksa Cucunya Hingga Tewas Terancam Hukuman 20 Tahun

oleh
Luka lebam tampak jelas dari jasad  M yang meninggal akibat dianiaya nenek kandungnya sendiri. (FRY)
Luka lebam tampak jelas dari jasad  M yang meninggal akibat dianiaya nenek kandungnya sendiri. (FRY)

Medan – Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras perbuatan dan tindakan  Sriwaty (43) yang menyiksa M cucu kandungnya hingga tewas.  KPAI pun mendesak Polresta Mandailing Natal untuk menjerat pelaku dengan ketentuan pasal 80 UU No.23 Tahun 2002 yang sudah diubah kedalam UU No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Aris Merdeka Sirait mengatakkan posisi pelaku sebagai orang terdekat dengan korban mempunyai hubungan darah atau garis keturunan yaitu sebagai Nenek yang seharusnya memberikan perlindungan. Dengan tindakkanya, pelaku tersebut bisa dikenakkan hukuman pemberatan sepertiga dari pidana pokok dengan ancaman pidana 15 sampai dengan maksimal  20 Tahun penjara.

Sebelumnya, Sriwaty (43) warga Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, menganiaya M (3) yang tak lain cucunya sendiri hingga tewas

Berdasarkan penuturan warga, Sriwaty memang  kerap melakukan penyisaan terhadap M cucunya tersebut yang menumpang hidup bersamanya.

Warga bahkan sering mendengar balita tersebut menangis karena mendapat  siksaan dari Sriwaty denggan menggunakan sapu lidi

Dokter Puskemas Muara Soma, Dr Amsal menerangkan,  terdapat banyak luka lebam pada tubuh korban dengan beragam ukuran. Sedangkan pada tangan sebelah kiri korban juga terdapat bekas luka gigitan.

“Masih sempat dirawat dan diinfus tadi. Sewaktu ditanya sama Ompungnya, apakah dirujuk saja, tetapi dia menolak” jelas Dr Amsal

Masih kata Amsal ketika dilakukan pemeriksaa terdapat luka lebam yang banyak pada tubuh korban.

“banyak lukanya  ada di pantat, paha sama wajah dan diperkirakan akibat benda tumpul. Namun biar lebih akurat, nanti dari hasil forensik saja” ucapnya. (ahd/fry)