Polda Sumut Lacak Penyebar Berita Hoax Pemukulan Imam Masjid

oleh

MEDAN- Polda Sumut mengerahkan Subdit Cyber Crime Polda untuk menelusuri dan melacak keberadaan pemilik akun yang menyebarkan berita Hoax (bohong) terkait pemukulan imam masjid saat shalat tarawih di Sidempuan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dra Rina Sari Ginting seperti yang dilansir dari tribratanews membantah keras pemberitaan hoax itu yang tersebar di Medsos.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan informasi melalui medsos dengan tidak mengecek kebenarannya.

Hal tersebut menurutnya perlu disampaikanya untuk mengantisipasi apabila informasi yang diberikan tersebut mengandung HOAX seperti kebohongan, ujaran kebencian maupun yang bersifat SARA.

Masih katanya, terkait Akun Facebook Emma Rahmah Hasjim yang memposting terkait pemukulan Imam Shalat Tarawih M Nabis Batubara (65), oleh oknum polisi Polres Padang Sidempuan yang disebutkan oleh akun facebook tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2017 malam.

Menyanggah berita bohong atau HOAX tersebut, Kabid Humas memberikan pernyataan bahwa tidak ada terjadi pemukulan terhadap Imam Shalat Tarawih yang terjadi pada tanggal 28 Mei 2017 yang lalu.

Akun yang memberitakan HOAX tersebut mengutip pemberitaan yang sudah lama terjadi bulan Juli 2013.

“Waktu kejadian berita tersebut bohong, sebagai upaya orang untuk memprovokasi khususnya saat bulan Ramadan seperti ini,” ucapnya

Ia juga menjelaskan, penulisan tanggal dalam postingan tersebut juga salah dan sengaja dirubah. Tidak hanya itu,nama Kapolres yang dicantumkan dalam akun itu juga salah karenA Kapolres sekarang dijabat oleh AKBP Andy Nurwandy.

“Kejadian tersebut terjadi tahun 2013 dan direpost kembali oleh akun tersebut. Kasusnya sudah lama ditangani di Polda Sumut pada tahun 2013 dan oknum yang bersangkutan telah lama ditahan dan dijatuhi pidana,”jelas Kabid Humas.

Untuk itu Polda Sumut telah mengerahkan Subdit Cyber Crime Polda Sumut untuk menelusuri dan melacak keberadaan pemilik akun hoax tersebut khususnya yang pertama memposting berita tersebut.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan akan kebenaran informasi yang memprovokasi dan dapat dilaporkan kepada Kepolisian,” ujar Kombes Rina.‎

sumber: Tribratanews