Usulan interpelasi Kandas

oleh

MEDAN — Rapat sidang paripurna DPRD Medan tentang penyampaian usul hak interpelasi DPRD Medan terhadap Kebijakan Wali Kota di ruang paripurna gedung DPRD Medan kandas, Selasa (23/5/2017).

Kandasnya usulan hak interpelasi ini dikarenakan ada 4 anggota dewan yang mengajukan usulan menarik dukungannya. Sidang paripurna juga diwarnai hujan interupsi dari anggota dewan yang hadir.

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, Bahrumsyah menyebut usulan interplasi hanya menghabiskan anggaran, waktu serta energi. “Jangan hanya menyatakan sesuka hati, ini jadi catatan buruk bagi lembaga ini,”terangnya.

Wakil Ketua Fraksi Golkar, Mulia Asri Rambe menilai usulan hak interpelasi jangan dijadikan ajang main-main. “Memalukan kalau usulan interplasi dijadikan bancakan,”akunya.

Anggota DPRD Fraksi Demokrat, Anton Panggabean meminta agar pimpinan dewan membuka siapa nama-nama yang mengajukan penggunaan hak interpelasi.

“Disampaikan juga siapa yang menarik diri, masyarakat perlu tahu,”pungkasnya.

Anggota DPRD Fraksi Gerindra, Godfried Efendi Lubis menyayangkan adanya anggota dewan yang menarik diri atas usulan pengajuan penggunaan hak interpelasi.

“Interplasi itu hak bertanya, memang Pemko Meden khususnya Wali Kota perlu menyampaikan secara tegas alasan mengapa papan reklame tidak dapat ditata,”cetusnya.

Setelah melalui debat, akhirnya Ketua DPRD Medan, Henry Jhon menutup sidang paripurna karena tidak memenuhi persyaratan.(TJG)