Hot News

Kabid PTK Nisel diringkus Polisi

Ils: pungli

NIAS – Kedapatan melakukan pungutan liar Kepala Bidang Pelaksana Teknis Kerja (PTK) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Yasatulo Lase diringkus polisi.

Berdasarkan infromasi yang dikutip dari tribarata, penangkapan tersebut terjadi Rumah Dinas Bupati Nisel. Penangkapan pejabat Disdik itu dilakukan atas adanya dugaan pungutan liar (pungli) Dana Alokasi Khusus (DAK) dari 47 sekolah di Nisel.

Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, informasi awal terkait penangkapan tersebut adalah adanya pencairan yang terindikasi akan terjadi pungli yang bersumber dari salah seorang mantan Kepala sekolah yang dimutasi karena tidak mau menyetorkan uang DAK sebanyak 15 persen dari total anggaran yang diterimanya.

“Mantan kepala sekolah itu, tidak mau ada pemotongan. Sebab, sesuai dengan anggaran dan kebutuhan sekolahnya tidak bisa dilakukan pemotongan apapun karena sudah sesuai dengan pos-pos anggaran sekolah itu,” sebut Nainggolan, Minggu (18/06/2017).

Karena itu, tambah Nainggolan, kepala sekolah yang tidak terima adanya pemotongan itu langsung dimutasi menjadi staf pengajar biasa di sekolah tersebut.

“Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) itu menolak, karena menolak dilakukan pengancaman mutasi dan terbukti. Pada bulan Mei 2017 lalu, Kepsek itu dimutasi menjadi staf pengajar dan posisi Kepsek kemudian diduduki oleh Eric Saputra Tarigan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nisel,” terangnya.

Lalu, sambung Nainggolan, Kamis 15 Juni 2017, tim Tipikor Polres Nisel langsung mengintai proses pencairan DAK tersebut.

“Ternyata informasi itu benar adanya, Kepala SMP N III Hilisalawaahe, Erick Saputera Tarigan sudah menyerahkan uang senilai Rp26 juta kepada Yasatulo Lase. Dari hasil pemeriksaan terhadap Kepsek itu, terungkap uang yang diberikan kepada Kabid PTK/Sarpras Disdik Nisel itu atas sepengatahuan Bendahara dan Komite Sekolah,” ungkapnya.

Kemudian, tambah Nainggolan, dari hasil pengembangan polisi ditemukan sisa uang penarikan di Rumah bendahara Sekolah, Jalan Saunigeho KM 02, Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Nisel senilai Rp134 Juta. (TribrataNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top