Melawan, Sindikat Narkoba Antar Provinsi ini ditembak Polisi

oleh
DUA orang sindikat peredaran narkoba jenis ganja antar provinsi saat dibekut unit reskirm Polsek Percut Sei Tuan.
DUA orang sindikat peredaran narkoba jenis ganja antar provinsi saat dibekut unit reskirm Polsek Percut Sei Tuan.

MEDAN – Polsek Percut Sei Tuan terpaksa menembak, seorang pengedar narkoba jenis ganja antar provinsi saat melakukan penangkapan di Jl Klambir V, Gang Teluk No4, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Selain menembak seorang pengedar narkoba, polisi juga mengamankan puluhan bal daun ganja kering, Kamis (29/6/2016).

Informasi dilapangan, pengedar narkoba yang diamankan tersebut Andriansyah alias Keling (27) warga Jl Klambir V, Gang Buntu, Kelurahan Tanjung Gusta, Helvetia dan Zainuddin bin Ibrahim (49) warga Desa Blang Cong Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireun, Aceh. Sedangkan yang dihadiahi timah panas merupakan tersangkan Zainuddin karena melakukan perlawanan.

Informasi di lapangan, keduanya diringkus petugas saat sedang membongkar kiriman daun ganja yang baru tiba di  Jl Klambir V, Gang Teluk No4, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.

Pengungkapan ini berawal dari informasi  adanya pengiriman ganja dari Aceh yang melintas dari daerah Binjai. Mendapat informasi tersebut petugas langsung melakukan pengejaran.

Saat itu, petugas mendapati pick up pengangkut  ganja tersebut sedang bongkar muat  di Jl Klambir V, Gang Teluk No4. Tak mau kehilangan buruan,  petugas langsung melakukan oprasi penangkapan.

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol P Hutahean saat menggelar pemaparan, Kamis siang, menjelaskan penangkapan kedua tersangka tersebut saat sedang bongkar muat. Berdasarkan keterangan kedua tersangka katanya baru sekali ini melakukan bisnis tersebut.

“Biasa kalau pun ditanya, pasti akan jawab baru kali ini,” ucapnya.

Dalam sekali pengiriman biasanya, keduanya mendapat upah Rp 2 Juta bila barang berhasil dikirimkan. Untuk total daun ganja kering sebutnya ada sekitar 49 bal dan tidak hanya itu, polisi juga mengamankan satu unit mobil pick up yang dijadikan pengangkut barang haram tersebut.

“Untuk Bandar besarnya saat ini, kami masih melakukan pengejaran,” ucapnya. (bs)