Pemkab Batubara Dukung Percepatan Pembangunan PLTU

oleh

Kuala Tanjung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara menunjukkan dukungan positif bagi upaya pengembangan dan peningkatan produksi PT Inalum, yang pabriknya berlokasi di kabupaten tersebut.

Dukungan positif ini dibuktikan dengan telah disetujuinya izin lokasi bagi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 350 MW di Kuala Tanjung.

Proyek ini merupakan sumber energy listrik bagi pengembangan smelter aluminium yang notabenenya merupakan salah satu proyek strategis nasional. Selain itu, diproyeksikan pembangkit ini ke depan juga dapat memsuplai listrik untuk kebutuhan kawasan industri Kuala Tanjung.

Izinlokasi ini diserahkan oleh Bupati Batubara, H OK Arya Zulkarnaen SH,MM yang diwakili Kepala Bappeda Batubara Ahmad Ensten kepada Direktur Operasi & Pengembangan Bisnis PT Inalum (Persero) Drs S.S Sijabat yang didampingi Syafrizal (Deputy General Manager Perencanaan Strategis), Arfan Iqbal Hrp (Manager Umum, ADM & Keuangan Proyek PLTU), Edy Priyanto (Manager Konstruksi PLTU) dan Syafri (Manager Pengembangan Bisnis) di Guest House Tanjung Gading, Senin (5/6/2017).

“Kami sangat mengapresiasi dukungan positif dan arahan yang selalu diberikan oleh Bapak Bupati Batubara dan jajarannya kepada PT Inalum guna mempercepat proyek pengembangan korporasi ke depannya”, demikian disampaikan Sijabat di sela-sela acara berbuka puasa bersama.

Mantan senior manager humas ini menambahkan. “Proyek PLTU ini merupakan Milestone bagi proyek pengembangan lainnya di Inalum, seperti ekspansi smelter, pabrik CPC, Pabrik Produk Turunan dan tentunya sarana dan fasilitas pendukungnya di area Camp-B yang izin prinsipnya telah direstui dan diserahkan oleh Pemkab Batubara hari ini.”

Sebagaimana diketahui, Inalum adalah satu-satunya smelter aluminium di Indonesia, sejak menjadi BUMN termuda pada tahun 2013 yang lalu, dinakhodai Winardi, Inalum terus bergerak melebarkan sayap bisnisnya dari hulu ke hilir secara terintegrasi.

Direncanakan perseroan ini akan segera melakukan commissioning produk turunan aluminium berupa billet dan alloy pada semester ke-2 tahun 2017, di samping proyek optimalisasi dan up-grading tungku peleburan untuk existing smelter yang sedang dalam tahap uji coba, finalisasi studi kelayakan untuk pengembangan smelter baru, pabrik Calcined Petroleum Coke, ekspansi pelabuhan, pabrik Wireroed, Proyek Smelter Grade Alumina di Mempawah – Kalimantan Barat, serta pembangunan proyek PLTU 2 x 350 MW.

Keseluruhan proyek ini didedikasikan untuk peningkatan kapasitas produksi aluminium dari 250 ribu ton hingga 500 ribu ton per tahun di Kuala Tanjung pada tahun 2021.

Secara terpisah, Project Manager PLTU, Dante Sinaga, menerangkan, secara pararel sembari melengkapi perizinan pihaknya saat ini sedang dan terus menjajaki calon mitra atau investor baik dari coal supplier, EPC Contractor maupun perusahaan energi. (ril)