PGRI Asahan Siap Terapkan Sekolah 5 Hari

oleh
Sosiialisasi PGRI Asahan terkait kebijakkan sekolah lima hari
Sosiialisasi PGRI Asahan terkait kebijakkan sekolah lima hari

ASAHAN – Persatuan Guru epublik Indonesia (PGRI) Kabupaten Asahan siap menerapkan kebijakan 5 hari sekolah dalam sepekan bagi sekolah negeri dan swasta tingkat SD hingga SMA.

Hal tersebut dikatakan, Ketua PGRI Kabupaten Asahan, Malanton Lahadhe Hasibuan kepada wartawan, Rabu
(11/6/2017).

“PGRI Asahan siap mendukung pelaksanaan PP No 19, dengan catatan Pemda dan Disdik segera mensosialisasikan kepada seluruh stake holder pendidikan, dan mengeluarkan kebijakan atas peraturan tersebut,” ucapnya.

Dengan penerapan tesebut, para siswa bersekolah Senin-Jumat dan Sabtu-Minggu dimanfaatkan untuk berlibur bersama keluarga. Dalam peraturan tersebut ucapnya, waktu kerja guru dan kepala sekolah mencapai 40 jam per pekan dengan waktu istirahat sekitar 30 menit per hari, atau waktu kerja aktif 37,5 jam per pekan.

“Pada dasarnya kami siap mendukung. Dan kita juga menunggu kejelasan kebijakan sekolah lima hari itu,”ujar Malanton

Malanton mengatakan, penghapusan belajar di hari Sabtu itu sejatinya tidak perlu diisi banyak kegiatan. Aturan yang berlaku saat ini adalah, lama belajar 40 jam dalam sepekan. Beban belajar untuk SMP itu 38 jam pelajaran, perjampel SD 35 menit, SMP 40 menit.

Jadi sebutnya bila dihapus, maka 40 jam itu nantinya akan dibagi lima hari hari (Senin-Jumat), hasilnya sama saja, siswa pulang jam 15.30 sampai 16.00 WIB.

“Yang jadi masalah jika sampai jam 15.00 disekolah, maka siswa perlu bekal makan minum. Dan Untuk olhari Jumat, sekolah juga harus menyediakan mushola memadai untuk sholat Jumat bagi siswa yang muslim,”jelasnya sembari mengatakan, pada hakikatnya guru siap untuk melaksanakan PP 19 tersebut. (Yus/Pram)