Polda Sumut Kejar Pelaku Penyebaran Berita Hoax di Facebook

oleh
Status hoax
Status hoax

MEDAN – Keluarga Ipda (anumerta) M Sigalingging yang tewas akibat serangan oleh kelompok terduga teroris saat hari lebaran Idul Fitri Beberapa waktu lalu mendapatkan fitnah yang kejam dari seorang netizen atas nama Surya Hardyanto.

Dalam status yang Facebook yang ia buat, menuduh aksi serangan yang menewaskan Ipda (Anumerta) M Sigalingging karena terpaut utang piutang antara pelaku korban
Hal ini membuat beberapa warga net geram dengan postingan tersebut. Bahkan Polda Sumut pun menurunkan Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk mengejar pemilik akun tersebut yang sudah memutar balikan fakta

” Apa yang disampaikan pemilik akun tersebut adalah bohong (hoax) dan sangat berbahaya bagi masyarakat yang tidak mengerti,” ucap Kabid Humas Polda Sumut Rina S Ginting

Mantan Kapolres Binjai ini pun menerangkan bahwa sesuai hasil olah TKP, identifikasi dan keterangan pelaku yang hidup, terungkap dengan jelas identitas mereka maupun motif mereka melakukan penyerangan terhadap Polda Sumut.

“Sesuai hasil olah TKP, identifikasi dan keterangan pelaku yang hidup, terungkap dengan jelas identitas mereka maupun motif mereka melakukan penyerangan terhadap Polda Sumut.
Jadi kesimpulan singkatnya, bahwa para pelaku merupakan kelompok teroris yang ingin merebut senjata api dinas Polri, serta merencanakan aksi teror lanjutan,” ucapnya

Rina mengatakan, pemilik akun Facebook Surya Hardyanto dan beberapa pemilik akun Instagram yang menyebarkan seperti @david.as6 ini memutarbalikkan fakta sebenarnya.

Dari hasil pemeriksaan sebutnya, tidak ada hubungan yang terpaud hutang piutang antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban

“Bahkan, mereka tidak saling mengenal. Tidak ada masalah utang piutang. Di dalam akun ini disebutkan kalau pembunuh dan korban sama-sama non muslim itu juga jelas berita bohong, karena pelaku di KTP nya tercantum muslim,” ungkapnya

Kombes Rina menegaskan dan mengingatkan kepada semua masyarakat bahwa berita yang tersebar menyangkut latar belakang penyerangan Polda Sumut karena utang piutang itu adalah HOAX.

“Motif penyerangan yang menewaskan seorang petugas ini adalah murni terkait aksi terorisme,” ucapnya (Bs)