Ramadan, berkah Pengrajin Kolang Kaling

oleh

BATUBARA – Bulan Ramadan merupakan berkah tersendiri, terutama bagi perajin kolang kaling di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Bahkan, memasuki pekan kedua Ramadan pengrajin kolang kaling di desa Titi Payung, kecamatan Air Putih omzetnya meningkat sampai 100 persen.

Saat ini, bisa dibilang pengrajin kolang kaling kewalahan menerima banyaknya orderan untuk memenuhi kebutuhan pasar

Seperti yang disampaikan Alya, (39), salah seorang perajin kolang-kaling, di desa Titi Payung, kecamatan Air Putih.
Menurutnya, permintaan kolang-kaling mulai mengalami peningkatan sejak sepekan sebelum Ramadan.

Bahkan jumlah produksi kolang-kaling cenderung meningkat antara tiga hingga empat kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.

“Meningkat pesanan kami, satu hari mau sampai 15 ton pemesanannya dalam sehari. Kalau hari biasa paling 20 ton saja dalam seminggu bahkan untuk satu bulan,” ucapnya

Ia pun mengaku kewalahan, karena pasokan bahan baku saat ini relatif terbatas. Bahkan untuk menjamin ketersediaan kolang-kaling membuatnya putar otak dengan mendatangkan buah areh dari luar kota.

“Ada dari Simalingun dan juga karo, untuk memenuhi kebutuhan pokok kami,” ucapnya

Dengan ramainya permintaan pasar, saat ini harga kolang-kaling mengalami kenaikan. Bila biasanya, Rp 6 ribu per kilogram, saat ini harga jualnya sampai Rp 8500 – Rp 9 per kilonya.

Meningkatnya order pesanan kolang kaling di bulan Ramadan ini, disebabkan banyak warga menjadikan kolang kaling menjadi menu makanan tambahan, bahan campuran pada makanan kolak pisang, ataupun dibuat adonan manisan kolang kaling.

Untuk menu makanan tambahan saat berbuka puasa, serta sebagai makanan camilan di saat hari raya Idul Fitri.

“Setiap hari ada saja pesanan, bahkan sampai ke pekanbaru, aceh sampaib Jakarta. Apalagi saat Ramadan ini, kolang-kaling menjadi menu andalan untuk berbuka puasa,” sebutnya (BS)