Kasihan sudah Dianiaya Depan Anaknya, Laporannya ke Polisi pun Mengendap

0
Foto : Sariguna Simanjuntak dan puteranya EG (9) saat memberikan keterangan pers di Kantor Hukum Raj Sinambela Jalan Sei Galang
Foto : Sariguna Simanjuntak dan puteranya EG (9) saat memberikan keterangan pers di Kantor Hukum Raj Sinambela Jalan Sei Galang

SIANTAR – Sudah hampir setahun laporan yang dilakukan Sariguna Simanjuntak dan putranya EG (9) ke Mapolres Siantar tidak juga juga ditangani. Atas kejadian tersebut, ia berencana akan melaporlam kembali kasus penganiayaan yang dialami anaknya ke Mapolda Sumut

“Awalnya mereka (polres Siantar) mau menerima laporan saya, namun sampai sekarang kasus penganiayaan ini tidak juga ada tindak lanjut,” ucapnya Sariguna saat memberikan keterangan pers di kantor bantuan hukum dari Raj Sinambela Rabu (12/7/2017).

Seperti diketahui Sariguna dan anaknya dianiaya di parkiran Hypermart Pematangsiantar. Mendapat penganiayaan tersebut, Sariguna dan anaknya langsung membuat laporan ke Polres Pematangsiantar.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, Sariguna dan putranya EG (10) masih merasakan trauma yang mendalam setelah mengalami penyerangan orang tak dikenal di parkiran Hypermart Pematangsiantar. , 19 November 2016 lalu. Sariguna dan anaknya belum dapat melupakan penyerangan dan masih ketakutan.

Ia menceritakan, saat kejadian tiba-tiba Iin Herdita Sirait dan dua orang pengawalnya langsung memukul bagian depan mobilnya. Setelah berhasil membuka pintu, Iin Herdita secara membabi buta memukulnya dengan tangan hingga berdarah.

Jari tangan Herdita saat itu mengenakan cincin sehingga lengan kanan Sariguna mengalami pendarahan.

“Anak saya waktu itu keluar dari mobil karena saking ketakutannya. Saya panggil dan bilang ini tidak apa-apa nak. Anak saya menangis di dalam mobil. Setelah memukuli saya mereka pergi,” ujar Sariguna.

Setelah kejadian, ia dan anaknya langsung membuat laporan ke Polres Pematangsiantar, namun karena wilayah hukumnya berada di Polsek Martoba, Sariguna dianjurkan untuk membuat laporan langsung ke polres sesuai perintah polisi.

Kemudian dari Polsek Martoba dikeluarkan rujukan agar perkara ini ditarik ke Polres Pematangsiantar. Sekira Mei 2017, Polres Pematangsiantar mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dengan alat bukti berupa rekaman CCTV Hypermarket.

Namun hingga berlarut-larut, Polres Pematangsiantar yang sebelumnya menyatakan ada dugaan melanggar Pasal 351 Ayat 1 KUHPidana sesuai gelar perkara tidak dapat melanjutkan karena alasan perkara tidak duduk.

Dimana terlapor adalah Iin Herdita Sirait. Laporan yang dibuat ke Polsek Martoba dengan LP/81/XI/2016/SU/STR tanggal 19 November 2016 lalu hingga kini belum ada kejelasan.

Saat pelaporan itu Iin Herdita Sirait terlaor jelasnya, mengikuti ia dan anaknya dari belakang hingga sampai di Polres Pematangsiantar. Sebelum masuk ke dalam gedung, Iin Herdita Sirait kata Sariguna, sempat melontarkan pernyataan bahwa laporan Sariguna Sirait akan sia-sia.

“Waktu saya buat laporan ternyata ia (Iin Herdita) mengikuti kami. Saat itu dia bilang kasus laporan tersebut tidak akan ditangani karena dia punya banyak kenalan polisi,” ucapnya mencertitakan.

Ternyata omongan terlapor sebutnya memang benar. Sebab, sampai saat ini kasus laporan penganiayaan yang dialami ia dan anaknya tidak juga diproses oleh Polres Siantar dengan alasa perkara tidak duduk.

“Saya sendiri sampai sekarang tidak tahu, apa perkara yang tidak duduk tersebut. Padahal kami benar-benar dianiaya olehnya,” sebutnya

Kepada wartawan ia memohon dapat membantu masalah yang ia hadapi. Ia pun hanya minta kejelasan hukum dalam kasus ini.

“Yang menjadi korban di sini sebenarnya anak saya. Tolonglah agar hukum dapat ditegakkan. Kasihan anak saya yang menjadi trauma,” ujarnya. (si)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here