Si Tukang Sapu Masjid ini, Akhirnya Naik Haji

oleh
net: Ibadah haji
net: Ibadah haji

TULUNGAGUNG – Mulyono (75 tahun), si tukang sapu di Masjid Jami’ Al-Munawar, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur itu merasa hanya mukjizat dan keajaibanlah yang mengantarkannya sejengkal lagi menapak ke Tanah Suci, Makkah untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Siang itu, wajah Mulyono tampak cerah. Sempat terlihat keluar dari ruang dapurnya yang sederhana dan berbentuk setengah permanen.

Mantan tukang becak yang kemudian memilih menjadi relawan kebersihan di masjid agung di pusat kota marmer itu lalu duduk santai di tengah ruangan. Rumah mungil yang menjadi tempat tinggalnya, selama ini, di Dusun Kebonagung, Desa Rejoagung, Tulungagung.

Di dekatnya duduk, tas koper haji seukuran dua karung beras kapasitas medium ditaruh di atas dipan. Rupanya mbah Mulyono baru saja berkemas ulang.

Semoga adik Bayi ini terus diberi kesehatan

Posted by Suara Kita on Friday, 28 July 2017

Ia memastikan seluruh barang bawaannya telah lengkap tidak terlewat, sebelum mengikuti tahapan awal keberangkatan calon jamaah haji kloter 9 pada 29 Juli pukul 15.00 WIB. Dipandanginya tas koper haji miliknya itu lama-lama dan menghela nafas panjang. Rasa syukurnya seakan tak pernah putus.

Baca: Nekat, Pegawai Honorer Dinas Pasar Taput Pukul KO anggota Polisi

Dalam satu perbincangan, Mulyono mengaku, menunaikan ibadah haji untuk melaksanak ibadah rukun Islam kelima laiknya mimpi yang tak akan pernah kesampaian. Angannya yang dulu hanya segenggam mimpi. Latar belakangnya yang hanya seorang tukang becak dengan tiga anak angkat membuat Mulyono hanya bisa berdoa.

“Semoga Engkau beri hambamu ini kesempatan memeluk dan mencium Hajar Aswad-Mu yaa Rabb”. Begitulah penggalan doa yang selalu dipanjat Mulyono tiap kali bersujud usai shalat di Masjid Agung Al-Munawar, dari waktu ke waktu.