Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayan dan Pembakaran MZ

oleh
ils
ils

JAKARTA – Masih ingat kejadian, MZ yang tewas dikroyok dan dibakar warga karena dituduh mencuri amplifier di musala di Babelana, Kabupaten Bekasi. Kali ini, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka yang diduga kuat ikut melakukan pengeroyokkan MZ

“Dari delapan orang saksi yang telah kita periksa, dua orang ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaaan yang menyebabkan MZ tewas,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Baca: Nekat, Pegawai Honorer Dinas Pasar Taput Pukul KO anggota Polisi

Baca: Obat-obatan yang Wajib ada di Rumah

Kedua tersangka tersebut berinisial NH dan SH yang merupakan sekuriti yang tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam pemeriksaan tersebut, NH terbukti menendang satu kali pada perut dan dua kali pada bagian punggung korban.

Sedangkan tersangka SH terbukti menendang  sebanyak dua kali pada punggung korban

“Dalam pemeriksaan kedua terbukti turut serta dalam pengeroyokkan tersebut,” terangnya

Atas perbuatan keduanya, akan dijerat dengan dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Sementara itu, saat disinggung apakah keduanya juga terlibat turut serta membakar korban. Argo belum mau berkomentar dan mengatakan sedang mengembangkan kasus tersebut

“Sejauh ini kita masih melakukan pengembangan pelaku lain dan masih melakukan pengejaran terhadap warga yang membawa bensin dan pelaku provokator yang membuat warga membakar korban,” terangnya

Sebelumnya, seperti dikututip dari detik.com, diketahui MA tewas setelah menjadi bulan-bulanan masa. Bahkan, warga membakarnya hidup-hidup karena disebut mencuri amplifier musala Al Hidayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (1/8).

Baca: Aneh, Gunakan Pancing dan Kain Kafan Bapak ini Berhasil Evakuasi Jenazah yang Tenggelam
Baca: Pilgub Sumut 2018, Pertarungan Dua Bupati

Isu yang berkembang di media sosial menyebut korban yang dihajar sampai meninggal itu bukan pencuri, melainkan orang yang menunaikan salat di musala tersebut dan kebetulan membawa amplifier.