Siantar Darurat Mie Kuning Formalin

oleh
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yulius Sacramento saat pemaparan hasil sidak mi kuning berbahaya di Siantar
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yulius Sacramento saat pemaparan hasil sidak mi kuning berbahaya di Siantar

SIANTAR – Kota Pematangsiantar dinilai menjadi pasar empuk untuk peredaran mi kuning mengandung formalin dan boraks. Hal ini dibuktikan, dengan kembalinya ditemukan mie tersebut di pasar Parluasan Siantar

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yulius Sacramento saat pemaparan hasil sidak mi kuning berbahaya. Ia  mengaakan sedikitnya terdapat 10 pabrik mie yang dicurigainya memproduksi mie berformalin di Kota Siantar.

Sayangnya saat diminta wartawan, untuk menyebutkan identitas 10 pabrik tersebut. Ia tidak mau menyebutkan

“Tidak bisa disebutkan, tapi saat ini sudah ada 10 pabrik yang kita dapati menggunakan Formalin dan Boraks,” ucapnya

Dalam penggerebekkan di pasar Parluasan beberapa waktu lalu, BPOM berhasil mengamankan 1.2 ton mie kuning bercampur formalin