Berbagai Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia Sapa Pengungsi Rohingya di Teknaf

oleh
Pemberian layanan kesehatan untuk pengungsi Rohingya
Pemberian layanan kesehatan untuk pengungsi Rohingya

COX’S BAZAR – Ketika mendengar nama “Teknaf”, hampir dipastikan masyarakat dunia akan menyandingkannya dengan kata “pengungsi”. Wilayah setingkat kecamatan di Distrik Cox’s Bazar, Bangladesh, ini berbatasan langsung dengan bagian timur Sungai Naf. Letak geografis ini lah yang membuat wilayah tersebut menjadi salah satu destinasi utama para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar melalui Sungai Naf.

Di area zero line atau titik nol perbatasan Bangladesh di Teknaf, daerah-daerah yang tadinya masih lapang kini telah dipadati puluhan ribu pengungsi baru Rohingya. Kamp Unsi Prang dan Kamp Waikong di Teknaf bahkan kini telah menampung lebih dari 50 ribu pengungsi baru.

Senin lalu (11/9) Tim SOS Rohingya ACT berkesempatan menyambangi area pengungsian yang tak kalah memprihatinkan ini. Lebih dari 2000 paket bantuan pangan dan logistik diterima oleh ribuan pengungsi Rohingya di Kamp Waikong. Namun demikian, pendistribusian di area pengungsian tersebut tidak usai saat itu juga.

Menurut Rahadiansyah selaku pimpinan Tim SOS Rohingya ACT di Bangladesh, bantuan kemanusiaan masih banyak dibutuhkan oleh para pengungsi di Waikong yang menembus angka puluhan ribu. Oleh karenanya, bantuan pangan dan logistik kembali disalurkan di Kamp Waikong pada Kamis (14/9).

Di sudut area perbukitan yang masih digenangi air hujan dan lumpur, beberapa truk yang berisi bantuan kemanusiaan amanah dari masyarakat Indonesia itu menghentikan lajunya. Sementara di sisi lain area, sejumlah pengungsi Rohingya langsung menghampiri truk-truk bermuatan bantuan kemanusiaan itu.

“Kamis kemarin (14/9), kita mendistribusikan paket sembako beserta bantuan logistik seperti tikar/alas tidur dan terpal plastik. Setidaknya ada 6000 pengungsi Rohingya yang menerima bantuan ini,” ungkap Rahadiansyah.