Cuaca Ekstream satu warga Simalungun Tewas disambar Petir

oleh
Bupati Simalungun JR Saragih saat menjenguk satu keluarga yang tersambar petir
Bupati Simalungun JR Saragih saat menjenguk satu keluarga yang tersambar petir

SIMALUNGUN – Cuaca ekstream yang terjadi di Kabupaten Simalungun memakan korban jiwa. Tercatat sedikitnya ada lima orang yang tersambar petir dan satu orang diantaranya tewas.

Infromasi di lapangan , kejadian pertama terjadi pada, Kamis (31/8/2017). Saat itu satu keluarga, Julwandi Sinaga (suami), Menda  Saragih (istri)  serta dua anaknya yakni Triwani dan Sinsa. Keempatnya tersambar petir, kala sedang beristirahat di gubuk usai berladang di kawasan Butuh Saribu, Nagori Raya Bayu, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Saat hendak pulang, satu keluarga tersebut berteduh di sebuah gubuk di ladang mereka, sambil menunggu hujan reda.Tiba tiba saja, satu keluarga ini terkena sambaran petir.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut pun, membawa korban ke rumah bidan setempat. Melihat kondisinya kejang kejang dan badan lemas, korban kemudian di bawa ke RSUD Tuan Rondahaim dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Pematangsiantar.

Keesokkan harinya, Jumat (1/9), Kristina br Sidabariba (40) warga Huta Irigasi, Nagori Pardomuan Nauli, Pematang Bandar, juga diduga tersambar petir.  Namun, nasib Kristina tidak seberuntung satu keluarga tersebut.

Ia ditemukan sedang meninggal saat jenazahnya ditemukan di persawahan Huta Godang, Nagori Pardomuan Nauli, Jumat (1/9) sekira pukul 20.00 WIB.

Infromasi yang didapat, jasad korban pertama kali ditemukan oleh keluarga dengan dibantu warga setelah korban tak kunjung pulang dari berladang.