Presma UIN Berharap Mahasiswa Tidak Ikut Politik Praktis

oleh

MEDAN — Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Mahasiswa (Presma), Mas’ud Silalahi mengingatkan agar mahasiswa tidak ikut terlibat dalam praktik politik praktis menjelang dimulainya tahapan Pilgubsu 2018.

Menurutnya, mahasiswa harus bisa menempatkan diri dan menjaga independensi. Sebab, mahasiswa bergerak atas dasar kebenaran dan menitik beratkan kepada kepentingan masyarakat luas.

“Tapi kenyataannya yang terjadi saat ini mahasiswa ha telah berada di persimpangan jalan. Mereka bingung untuk menjelaskan identitas gerakannya antara gerakan intelektual atau menjadi gerakan penyokong kepentingan politik tertentu,”katanya kepada wartawan, Selasa (5/9).

Kata dia, saat ini sudah sulit ditemukan  sebuah gerakan mahasiswa yang benar-benar murni yang di latarbelakangi semangat mulia  untuk menciptakan sebuah perubahan di tengah-tengah masyarakat.

Mas’ud juga menyesali sikap atau gerakan dari mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Sumut ketika menggelar dialog dengan topik “Quo Vadis Pembangunan Sumatera Utara” yg di hadiri anggota DPR RI, Efendi Simbolon yang berhasrat ingin kembali maju sebagai Calon Gubsu.

“Harusnya yang menjadi pembahasan yakni pembangunan sumut dengan nilai nilai intelektualnya. Karena rasa tanggung jaawab dengan melihat kondisi Sumut hari ini, tapi itu tida terjadi,”paparnya.

Dia menilai pernyataan yang muncul saat acara itu yakni pernyataan yang tendensius dan mengarah kepada kepentingan politik tertentu dan terkesan mengajak untuk menghadang serta menghalangi seseorang untuk ikut serta dalam pilkada.

Kata dia, ketika berbicara demokrasi harusnya tidak boleh menghalangi menghadang seseorang untuk berpartisipasi ikut pilkada. Pasalnya, memimilih dan di pilih itu adalah hak konstitusional kita sebagai warga negara.

“Sebagai Plt Presiden mahasiswa UIN-SU sya mengajak kawan kawan mahasiswa dan masyarakat utk sama sama mengawal dan menjaga kondusifitas di Sumut,”pungkasnya.(TJG)