Tak Sekadar Narasi, Indonesia Bisa Selamatkan Rohingya

oleh

JAKARTA – Apa yang bisa bangsa ini lakukan untuk meredam kalutnya masalah kemanusiaan di tiap-tiap petak dunia? Bangsa ini adalah bangsa yang besar, tak pernah ada yang memungkiri hal itu. Guyub dan rukun sudah menjadi identitas bersama Indonesia bahkan jauh sebelum sebuah negeri bernama Indonesia itu merdeka.

Allah sudah memberikan nasib begitu baik bagi Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang besar. Perbedaan yang beragam, warna-warni yang berbeda, tapi punya satu identitas sebagai Merah Putih yang tangguh.

Inilah Indonesia, yang tak pernah sampai dirundung perpecahan. Tapi tak jauh dari batas wilayah di sebelah barat laut Indonesia, tiba-tiba datang lagi kabar yang membuat hati tak tega untuk membiarkan.

Etnis Rohingya, etnis yang “dinobatkan” oleh Badan Dunia sebagai kaum paling teraniaya di dunia, kembali berteriak menangis.

Dari gambar yang datang bersahutan di jejaring sosial, tampak si ibu menggendong anaknya yang masih balita menyeberangi Sungai Naf yang lebar dan dingin.

Wajahnya takut, kalut, penuh guratan trauma, sementara si anak kaki dan tubuhnya penuh lumpur amis. Adapula si bapak tua yang menggigil menahan dingin, badannya sudah basah kuyup berjalan sembari tenggelam di aliran deras Sungai Naf.

Headline di sejumlah media internasional mengatakan hal yang serupa: Rohingya kembali diusir dari kampung halamannya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Kampung mereka dibakar. Beberapa yang nekat melawan sampai dibunuh dan dipersekusi tanpa ampun oleh militer Myanmar.

Maka tak ada pilihan lagi selain lari, kabur, menyeberangi Sungai Naf, sungai yang menjadi perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar. Tidak cuma narasi, selamatkan Rohingya itu tentang aksi!

“Alhamdulillah Tim ACT sudah di Myanmar dan Bangladesh, bergerak cepat mendistribusikan kebutuhan paling mendesak. Kemarin ada 10 ribu paket nasi biryani dari Indonesia untuk ribuan Rohingya yang baru saja datang menyeberangi Sungai Naf. Kini mereka tinggal sementara di kamp pengungsian di Bangladesh,” kata Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, dalam Video pernyataannya di ruang Media Center for Rohingya Crisis, Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan