Banjir Masih Persoalan Utama di Kota Medan

oleh

MEDAN — Pemerintah Kota (Pemko) Medan saat ini tengah mengebut program peningkatan infrastruktur diantaranya normalisasi saluran drainase.

Tidak tanggung-tanggung, tahun ini Pemko Medan menggelontorkan Rp1 Triliun untuk proyek infrastruktur. Sayangnya, masyarakat Kota Medan saat ini belum dapat merasakan dampak pembangunan, bahkan persoalan banjir masih yang utama.

Juru Bicara Reses Dapil II, Rajuddin Sagala menyebut 4 Kecamatan seperti Medan Baru, Medan Petisah, Medan Helvetia dan Medan Barat masih menjadi kawasan langganan banjir.

Dia menyebut ada beberapa faktor yang menjadikan ke empat kecamatan itu menjadi langganan banjir.

“Ada permasalahan pembuangan air di Jalan Kapten Muslim, depan Plaza Millenium, drainase di Jalan Mandor, drainase di kawasan Sei Kambing, Gaperta dan Jalan S Parman, pembuatan gorong-gorong di Jalan Dr Mansyur, pembuatan gorong-gorong di Jalan Harmonika dan perbaikan parit di Jalan Gelas, juga di Jalan Gaperta,”kata Rajuddin saat membacakan laporan hasil reses dapil II di sidang paripurna, Rabu (25/10/2017).

Rajuddin bilang ada persoalan lain yang dikeluhkan oleh masyarakat seperti jalan rusak dan sampah.

Persoalan sampah, kata dia, yakni warga meminta pemindahan lokasi pembuangann sampah di Jalan KH Wahid Hasyim simpang Jalan Sei Besitang karena lokasi itu sudah tak cocok dan sudah banyak rumah makan. (TJG)