Gelontorkan Rp 410 T, Ini Infrastruktur yang Dibangun Jokowi di 2018

oleh
Jokowi Selfie Bersama Gubsu Saat Resmikan Jalan Tol MKTT beberapa waktu lalu
Jokowi Selfie Bersama Gubsu Saat Resmikan Jalan Tol MKTT beberapa waktu lalu

JAKARTA. Pemerintah menganggarkan belanja infrastruktur dalam APBN 2018 sebesar Rp 410,7 triliun. Alokasi belanja infrastruktur difokuskan untuk pemerataan pembangunan dan perbaikan konektivitas dalam rangka mengejar ketertinggalan Indonesia terhadap penyediaan infrastruktur.

Meski kenaikannya lebih rendah dibanding outlook (kebutuhan) tahun sebelumnya, namun jumlah ini masih mengalami peningkatan sebesar Rp 5,8 triliun dibanding tahun 2017 atau Rp 1,7 triliun dibanding RAPBN 2018.

Alokasi pembangunan infrastruktur dari belanja pemerintah tahun depan tersebar pada beberapa Kementerian yang menangani pembangunan infrastruktur, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana investasi dari pemerintah berupa penyertaan modal negara (PMN) dan dana pengadaan lahan yang diperuntukkan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan seperti yang dilansir dari detikfinance, Kamis (26/10), ada beberapa sasaran pembangunan infrastruktur yang ingin dituju dari alokasi belanja infrastruktur sebesar Rp 410,7 triliun.

Di bidang pembangunan dan preservasi (peningkatan) jalan, sepanjang 865 km jalan baru akan dibangun, kemudian 25 km jalan tol bagian pemerintah, dan pembangunan 8.695 meter jembatan. Selain itu, ada pula pembangunan 620 km jalur kereta api, pembangunan lanjutan 23 km LRT serta penyelesaian dan lanjutan pembangunan 8 bandara baru.

Di bidang informasi dan telekomunikasi, dana infrastruktur juga akan menyasar pembangunan desa broadband terpadu di 100 lokasi dan pembangunan 380 BTS di daerah blankspot, terutama di daerah terdepan, terpencil dan terluar Indonesia seperti di perbatasan.

Selain itu, belanja infrastruktur pemerintah tahun depan juga akan menyasar penyediaan dan peningkatan kualitas perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Setidaknya ada 13.405 unit rusun yang akan dibangun, dan 180 ribu unit bantuan stimulan untuk peningkatan atau pembangunan rumah. (dtf)