KPU Beberkan Penyebab Tingkat Partisipasi Masyarakat Rendah

oleh

MEDAN — Tingkat partisipasi masyarakat (Parmas) saat Pilgubsu 2013 dan Pilkada Medan 2015 lalu sangat memperihatinkan. Jumlahnya tidak sampai 30 persen.

Hal ini disadari oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai sebuah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Komisioner KPU Sumut Divisi SDM dan Parmas, Yulhasni mengaku ada dua faktor yang menyebabkan tingkat partisipasi masyarakat rendah. Pertama Faktor internal yakni terkait dengan daftar pemilih tetap (DPT). Kedua,faktor eksternal, dimana masyarakat kecewa dengan hasil Pilkada.

“Okelah dari internal terkait DPT, itu tanggung jawab KPU. Kalau faktor eksternal, itu tanggung jawab partai politik yang memilih calon yang akan di usung,”kata Yulhasni saat rapat kerja bersama Komisi A DPRD Sumut di gedung dewan, Selasa (17/10).

Secara nasional, Yulhasni mengatakan bahwa partisipasi masyarakat di Pilkada 2018 ditargetkan 77,5 persen. Yulhasni juga tidak mau KPU selalu dijadikan kambing hitam terkait minimnya partisipasi masyarkat.

“Dua hal itu menjadi hasil riset dan penelitian yang dilakukan KPU Sumut,”bebernya.(TJG).