Raja Ampat Banyak Dibicarakan Netizen Malaysia, Inggris Paling Kecil

oleh
net: wisata Raja Ampat
net: wisata Raja Ampat

JAKARTA – Popularitas Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara memang tidak diragukan lagi. Banyak turis-turis yang hobi mengeksplorasi dunia bawah laut berkunjung ke pulau yang berlokasi di area “Kepala Burung” Papua ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat yang dirilis tahun 2016, jumlah wisatawan asing yang datang ke Raja Ampat sebanyak 70,44 persen berasal dari Asia, dari Eropa sebanyak 21,38 persen, Amerika dan Australia masing-masing 3,14 persen.

Selama periode 2011 – 2015, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2015, terdapat 14.190 wisatawan dengan komposisi 2.751 turis domestik dan 11.439 adalah wisatawan mancanegara.

Perusahaan media intelijen berbasis di Australia, Isentia merilis data percakapan warga internet dari empat negara terhadap Raja Ampat. Keempat negara itu adalah Australia, Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia.

Menurut General Country Manager Isentia Jakarta, Luciana Budiman, Raja Ampat memiliki spot-spot wisata yang cukup banyak untuk dieksplorasi khususnya bagi pecinta olahraga menyelam dan snorkeling. Keindahan panorama lautnya banyak dicari oleh wisatawan mancanegara.

“Kami memantau pembicaraan dari warga internet keempat negara tersebut yang mewakili masing-masing benua sejak 1 Agustus hingga 16 Oktober. Hasilnya, ternyata netizen Malaysia lebih banyak membicarakan Raja Ampat dibanding tiga negara lainnya,” jelasnya.