Setahun jadi Tersangka Kasus Korupsi MTQ, Sekda Asahan baru Ditahan

oleh
Sekda Asahan, Sofyan tersangka kasus korupsi MTQ tahun 2015 saat akan dibawa ke Rutan Tanjung Gusta
Sekda Asahan, Sofyan tersangka kasus korupsi MTQ tahun 2015 saat akan dibawa ke Rutan Tanjung Gusta

ASAHAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Provinsi Sumatera Utara akhirnya menahan sekretaris Daerah (Sekda) Asahan, Sofyan, Senin (9/10). Selain melakukan penahanan terhadap sekda, Kejari Asahan juga menahanan mantan Kabag Sosial, Darwin Pane

Informasi yang didapat, keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sumut ke-35 di Asahan tahun 2015.

“Saat ini keduanya sudah dibawa ke Rutan Tanjung Gusta Medan, dan keduanya sudah berstatus tersangka sejak setahun yang lalu,” ucap Kasi Intelejen Kejari Asahan, Boby H Halomoan Sirait,

Sebelum melakukan penahanan, keduaanya terlebih dahulu menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian  menjelaskan, dalam kasus ini Sofyan menjabat sebagai Ketua Panitia MTQ, sementara Darwin sebagai Sekretaris. Dalam kegiatan tersebut, diduga, telah terjadi penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukkan dan penggelembungan anggaran atau mark-up dalam kegiatan ini.

“Dari pemeriksaan yang ada, telah terjadi kerugian negara mencapai RP 484 Juta dari yang dianggarkan sebanyak Rp 9 miliar. Di mana anggaran tersebut, Rp 2 miliar dari provinsi dan Rp 7 miliar dari kabupaten,” kata.

Terpisah, Kepala dinas Infokom Rahmad Hidayat mengatakan pihaknya baru saja mendapat informasi  penahanan Sekda Asahan.

“Benar adanya penahanan Sekdakab Asahan, berkaitan degann hal tersebut pemkab asahan menghargai proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu proses pengadilan,” ucapnya (asd)