Herdensi Ungkap 4 Alasan Masyarakat Malas Gunakan Hak Pilih

oleh

MEDAN — Tingkat partisipasi masyarakat (Pasrmas) Kota Medan di Pilkada 2015 lalu hanya 28 persen. Jumlah itu menjadi yang yang terendah di seluruh Indonesia.

Ketua KPU Medan, Herdensi Adnin mengatakan pihaknya sudah melakukan survey dan penelitian tentang rendahnya parmas di Pilkada 2015.

“Ada 4 alasan mengapa tingkat parmas rendah,”kata Herdensi kepada wartawan usai melantik 105 PPK dan 453 PPS untuk Pilgubsu 2018 di Hotel Madani, Sabtu (11/1).

“Pertama karena tidak terdaftar di DPT. Kedua, tidak menerima formulir C6. Ketiga lokasi TPS jauh dari rumah. Keempat, tidak satu TPS meski masih dalam satu keluarga,”tambahnya.

Dia mengatakan dari 21 Kecamatan asa 7 Kecamatan yang tingkat partisipasinya sangat rendah diantaranya Medan Maimun, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Barat dan Medsn Petisah.

“Persoalannya di masing-masing kecamatan hampir sama,”tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Herdensi mengaku sempat mengunjungi Kecamatan Medan Belawan. Di mana, dia menemukan setidaknya 25 persen penduduk di kecamatan itu sudah pindah ke Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang.

“Sesuai P-KPU 2/2017 tentang pemutakhiran data pemilih. Warga yang sudah tidak bertempat tinggal sesuai KTP bisa dicoret dari daftar pemilih,”ungkapnya.

Meski di coret dari daftar pemilih karena sudah pindah, Herdensi menyebut masyarakat masih tetap bisa menggunakan hak suara saat Pilgubsu 2018.

“Tinggal urus formulir C5 tentang pemindahan tempat memilih,”akunya.

Setelah daftar pemilih diperbaiki, Herdensi optimis tingkat parmas di Pilgubsu mengalami peningkatan dibandingkan Pilkada 2015.

“Target kami itu 60 persen partisipasi masyarakat,”pungkasnya.(TJG)