Oknum TNI ini Mengamuk dan aniaya dua orang Warga Johor

oleh

Suarakita.co.id, Medan – Dua orang warga Komplek Johor Permai Indah II, Jalan Karya Wisata, Medan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI TNI Kodam Sriwijaya (Sumatera Selatan) berinisial Sertu AL. Kasus tersebut pun kini sudah dilaporkan kepihak kepolisian dan Polisi Militer, Jumat (29/12/2017)

Informasi yang didapat, kedua warga yang menjadi korban penganiayaan tersebut Ahmad Husein Siregar dan Irham Batubara.  Kejadian tersebut berawal, saat, Sertu AL melakukan pengrusakan rumah milik pasangan suami istri Irmansyah Batubara dan Hamidah Harahap pada hari yang sama.

Kejadian penganiayaan berawal saat adik dari Irham Batubara (anak dari Irmansyah Batubara dan Hamidah Harahap) berada di rumah hanya bersama asisten rumah tangganya. Karena merasa terancam dengan amukan oknum TNI tersebut, ia pun menghubugni kedua orangtuanya yang sedang tak berada di rumah. Kemudian Hamidah Harahap meminta pertolongan kepada warga sekitar, juga via telepon selular.

“Rumah saya dihancurkan orang. Tolong anak saya di rumah sendirian, terancam. Tolong siapa yang bisa pergi ke sana (rumah saya),” kata Ahmad Husein Siregar menirukan perkataan Hamidah.

Ahmad Husein Siregar  mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi di rumah keluarga Irmansyah Batubara tersebut. Sesampainya Ahmad Husein Siregar di lokasi, Irham Batubara yang sebelumnya tak berada di rumah juga sampai.

“Karena Ibu Hamidah sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri, saya langsung bergegas menuju rumah Ibu Hamidah yang berada di Jalan Karya Wisata Komplek Johor Indah Permai II Blok E No. 5. Ketika di perjalanan menuju rumah (Jalan Karya Wisata), mobil yang dikendarai oleh anak Ibu Hamidah, Irham Batubara, menyalip mobil saya, dan saya langsung mengekor mobil tersebut. Sesampainya di depan rumah Ibu Hamidah, anak ibu Hamidah dan saya turun,” jelas Ahmad Husein

Irham Batubara lalu coba menegur Sertu AL. Saat ditegur, Sertu AL malah melakukan penganiayaan terhadap Ahmad Husein Siregar dan Irham Batubara, dengan cara memukul di bagian wajah. Tak cukup sampai di situ, Sertu AL kemudian mengeluarkan ancaman, dengan menggunakan golok (parang) sambil mengejar Ahmad Husein Siregar.