Oknum TNI ini Mengamuk dan aniaya dua orang Warga Johor

oleh

“Anak Ibu Hamidah menghampiri kerumunan dimana ada Putri (anak Laurentius), Delina (Istri Laurentius), Juli (anak Laurentius) dan Sertu Belo untuk menanyakan kenapa rumah orangtuanya dihancurkan. Irham langsung dipukuli Sertu AL. Tak jauh dari Irham, saya diserang Deliana dan Juli. Tiba-tiba Putri teriak. Itu si Husein”,” ujar Ahmad Husein Siregar sambil menjelaskan bahwa Sertu AL merupakan calon suami dari Putri (anak Laurentius).

“Tiba-tiba Sertu AL dengan melompat langsung menghujamkan pukulan ke wajah saya dan saya tersungkur ke jalan, Sertu AL lalu memukuli pipi dan telinga saya,” sambung Ahmad Husein Siregar.

Sertu AL yang setelah menganiaya Ahmad Husein Siregar, melakukan pengejaran sambil membawa golok tersebut mengeluarkan ancaman yang berbahaya.

“Setelah pemukulan, Sertu AL pergi menuju rumah Laurentius. Tak lama berselang Sertu AL keluar rumah tersebut dengan berlari sambil mengacungkan sambil berteriak ingin menghabisi saya. Saya yang melihat gelagat tidak betul, langsung lari mengarah keluar komplek. Sekitar 50 meter, saya mendengar tembakan peringatan pertama, namun Sertu AL tetap mengejar saya sambil tetap mengacungkan golok. Lalu ketika tembakan kedua ditembakkan, barulah Sertu AL berhenti,” tandasnya.

Sebagaimana informasi yang diterima, peristiwa tersebut dapat terjadi karena konflik sosial sejak 2014 lalu. Dimana Laurentius (calon mertua Sertu AL) sering membuat resah masyarakat sekitar. Salah satunya adalah melakukan keributan di rumahnya saat adzan Ashar.

“Perlu dijelaskan, Laurentius sudah ditetapkan tersangka Oktober 2014 karena mengeroyok saya yang datang ke tempatnya untuk meminta dia menghentikan kegiatan band karena sedang berkumandang Adzan Ashar namun dia tidak terima malah memukuli saya,” ungkap Ahmad Husein Siregar.

Aksi penganiayaan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dengan No: LP/2553/XII/2017/RESTABES MEDAN dan kepada pihak Polisi Militer dengan No: STTLP/ /XII/2017. (rmol)