Connect with us

HotNews

Lagi Kejati Sumut Layangkan Surat Pemanggilan ke Walikota Sibolga

kejati sumut

Suarakita.co.id, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali melayangkan surat panggilan ketiga kepada Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk sebagai saksi dugaan korupsi peningkatan jalan hotmix menjadi semen “rigid beton” senilai Rp65 miliar tahun anggaran 2015.

Hal tersebut disampaikan  Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Rabu (3/1/2017)

Ia menjelaskan pemanggilan terhadap walikota Sibolga tersebut sebagai saksi tersangka SN, Pejabat Pembuat Komitmen, dugaan korupsi peningkatan jalan hotmix tersebut.

“Sebelumnya kita sudah melakukan pemanggilan , namun (walikota Sibolga) tidak juga datang karena sedang dinas di Jakarta,” ucap Sumanggar.

Sebelumnya pihaknya telah melakukan penahan terhadap SN yang merupakan PPK di Dinas PU kota Sibolga dan tersangka SN sudah dititipkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan pada akhir November lalu

Kejati Sumut terus mengembangkan penyidikan kasus korupsi proyek jalan hotmix yang terjadi penyimpangan.

“Kasus korupsi tersebut melibatkan belasan orang menjadi tersangka dan ditahan di Rutan Medan,” kata juru bicara Kejati Sumut.

Seperti diketahui terkait kasus ini, Kejati Sumut telah menahan 10 rekanan tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan hotmix menjadi semen “rigid beton” di Sibolga senilai Rp65 miliar Tahun Anggaran 2015, dan dititipkan di Rutan Medan, Kamis (2/11).

Ke-10 rekanan tersebut, yakni JT, Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, IM, Direktur PT Enim Resco Utama, YS, Direktur PT Suakarsa Tunggal, dan PFS, Direktur PT Arsifa.

Selain itu, MW, Direktur PT Andhika Putra Perdana, EDH, Direktur PT Gamos Multi Generalle, HS, Direktur PT Bukit Zaitun, GS, Direktur PT Andhika Putra Perdana, HS, Wakil Direktur CV Pandan Indah, dan BS, Direktur VIII CV Pandan. (Ant)

Facebook Comment
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HotNews

Lolos Test Kesehatan, Ini Tahap Berikutnya dari KPU Sumut yang Wajib Dilakukan JR Saragih dan Ance

Pasangan bakal calon gubernur JR Saragih & Ance saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu

Suarakita.co.id, MEDAN – Bakal Calon Gubernur  dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 JR Saragih dan Ance telah mengikuti tes kesehatan, keduanya dinyatakan lolos dalam melakukan tes kesehatan tersebut.

Hal ini diutarakan oleh Divisi Teknis KPUD Sumatera Utara Benget Silitonga.

“Untuk Bapak JR Saragih dan Ance Selian sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 keduanya lolos test kesehatan,” ucapnya, Senin (5/2/2018).

Menurutnya, dalam melakukan test kesehatan kedua pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat, PKB dan PKPI ini telah memenuhi syarat yang menjadi salah satu aturan yang ditentukan KPUD Sumatera Utara dalam mengikuti Pilkada Sumatera Utara 2018. Selepas dinyatakan lolos kesehatan, maka tahap selanjutnya adalah masa penetapan yang dilakukan tanggal 12 Februari 2018 kemudian masa kampanye yang akan dimulai dari tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018.

“Lolos test kesehatan ini terdiri dari test jasmani, rohani serta bebas narkoba. Dari hasil uji test tersebut semuanya sangat bagus,” bebernya lagi.

Tak itu saja, dirinya juga menilai kedua pasangan tersebut dalam melakukan test kesehatan dilakukan sangat kooperatif dan memiliki nilai kesopanan yang bagus dalam menjalani serta menaati aturan yang ada. Bukan hanya JR Saragih dan Ance saja yang lolos kesehatan melainkan pasangan lainnya yakni Edy Rahmayadi serta Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat bersama Sihar Sitorus juga dinyatakan lolos kesehatan.

“Dari mulai pendaftaran hingga test kesehatan, pasangan JR Saragih dan Ance sangat santun dan menghormati serta menghargai peraturan yang ditentukan dari KPUD Sumatera Utara,” tambahnya.

Sementara itu, di tempat terpisah JR Saragih mengatakan bahwa sebagai warga negara Indonesia yang baik sudah sepatutnya menjalani aturan yang berlaku di Negara Indonesia. Bahkan, dari awal perihal test kesehatan dirinya sangat optimis bisa lolos test kesehatan.

“Bagi saya hidup sehat menjadi modal utama, terlebih sebelum melakukan test kesehatan maka pola hidup sehat sudah diterapkan baik dalam diri saya maupun di keluarga,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara ini.

Hal serupa juga diucapkan oleh Ance, bahwa test kesehatan menjadi salah satu prosedur maupun aturan yang wajib dilakukan saat mengikuti pemilihan kepala daerah.

“Persoalan aturan dan prosedur harus diikuti dengan baik dan jangan menganggap menjadi masalah, terlebih test kjesehatan dilakukan bukan karena mau menjadi Gubernur maupun wakil Gubernur. Saya dan Bapak JR Saragih kerap melakukan test kesehatan,” ucapnya. (tjg)

 

Facebook Comment
Continue Reading

HotNews

Tersengat Ikan Pari, Mentri Agama Lansung dilarikan ke Puskesmas

Suarakita.co.id, Berau – Liburan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin bersama istri dan tiga orang anaknya di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim sejak Jumat (2/2) lalu berantakkan. Pasalnya persitiwa tak terduga dialaminya dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) sekitar

Lukman dan keluarga yang =menginap di Pulau Derawan, sudah mengagendakan untuk berwisata berkeliling pulau. Peristiwa tersebut terjadi pada sabtu (3/2) lalu, di mana saat tengah asyik menikmati keindahan pantai di Pulau Sangalaki, tak sengaja Lukman menginjak ekor ikan pari yang berduri dan beracun.

Akibatnya, ia pun mengerang kesakitan dan langsung dilarikan Puskesmas Pulau Derawan.

Tiba di puskesmas sekitar pukul 12.30 Wita, Lukman sudah tidak sadarkan diri. Empat perawat yang sudah menunggu, langsung melakukan penanganan sementara, sebelum mendapat penanganan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb.

“Sebelum dirujuk ke RSUD, kami sempat menangani beliau, terutama membersihkan luka, memasang infus dan menjahit lukanya,” ujar Toni, Perawat Puskesmas Pulau Derawan, seperti yang dilansir Berau Post.

Setelah beberapa jam ditangani, Lukman didampingi perawat bertolak dari Pulau Derawan ke Tanjung Batu, sekitar pukul 16.10 Wita, untuk dibawa menggunakan ambulans milik Baznas ke Tanjung Redeb.

Tiba di RSUD dr Abdul Rivai sekitar pukul 18.30 Wita, Lukman langsung mendapat penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit plat merah tersebut.

Sebelumnya1 of 3

Facebook Comment
Continue Reading

HotNews

BPOM Benarkan Viostin DS dan Enzyplex Mengandung DNA Babi

net: Viostin DS dan Enzyplex

SUARAKITA.CO.ID.  JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membenarkan viralnya surat dari Balai Besar POM di Mataram kepada Balai POM di Palangka Raya tentang hasil pengujian sampel suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet, yang mengandung deoxyribose-nucleic acid (DNA) babi

Hal tersebut disampaikan, Direktur Standardisasi Produk pangan BPOM RI Tetty Sihombing dalam laman BPOM, yang ditayangkan di laman resminya seperti yang dilansir dari Republika.co.id, Rabu (31/1).

Dalam surat edaran tersebut, menyampaika sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

“Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA babi,” tulisnya

Maka dengan demikian, BPOM RI telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut.

Kemudian PT. Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS.

“PT Medifarma Laboratories juga telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran,” lanjutnya.

Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM RI menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan mengandung babi”.

BPOM RI sendiri secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan. “Masyarakat dihimbau untuk tidak resah dengan beredarnya surat ini,” imbau BPOM.

Republika

Facebook Comment
Continue Reading

Trending