Connect with us

Metro

10 orang tewas dalam Kecelakaan Speedboat

pencarian korban kecelakaan speedboat

Suarakita.co.id, Palembang – 10 orang penumpang tewas dan satu korban belum ditemukan dalam kecelakaan Speedboat di perairan Sungai Musi.

“Sampai pagi ini hasil pencarian oleh tim SAR gabungan sudah ada 10 korban yang ditemukan. Untuk indentitas belum diketahui karena korban langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi,’ kata Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem di lokasi, Jumat (5/1).

Dari total keseluruhan 55 penumpang speedboat, dua diantaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia atas nama Mulyono (36) dan Putrinya Bunga (9), warga 10 Ulu kota Palembang. Sedangkan 11 penumpang lain sempat dinyatakan dinyatakan hilang dan baru berhasil ditemukan 10 orang pada pagi ini.

Seluruh korban yang sudah ditemukan telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi. Sementara tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban hilang yang belum ditemukan.

“Untuk kemungkinan adan penambahan jumlah data penumpang pun sampai sekarang belum, masih total 55 yang terdata sejak awal. Ini artinya ada satu korban hilang lagi yang belum ditemukan dan terus dalam proses pencarian bersama,” sambungnya.

Sebelumnya Kepala Basarnas Palembang, Toto Mulyono mengatakan seluruh korban ditemukan tidak jauh dari lokasi speedboat mengalami kecelakaan usai dihantam ombak setinggi 1,5 meter. Hanya dalam radius 1 KM seluruhnya ditemukan sudah dalam kondisi terapung dan tersangkut di batang bakau.

“Penemuan tidak jauh dari lokasi kecelakaan dan lokasi kita melakukan penyisiran, kalau dihitung tidak lebih dari radius 1 KM. Sejauh ini kita sudah menyampaikan pada masyarakat dan nelayan sekitar, termasuk speed-speed yang melintas kita kasih tahu,” kata Toto.

Dengan demikian, apabila ada yang melihat korban di sekitar lokasi dapat langsung menghubungi posko SAR di jembatam PU Tanjung Lago Banyuasin. Operasi pencarian sendiri akan dilakukan selama sepekan dan dapat diperpanjang tergantung hasil evaluasi pihak terkait.

“Sejauh ini masih tetap dilakukan operasi pencarian selama 7 hari, tetapi kalau masih ada korban yang belum ditemukan nanti akan kita evaluasi,” tutupnya.(dtc)

Facebook Comment
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metro

Kasihan, di masa tuanya Pensiuanan TNI ini Malah Digugat Anaknya Sendiri

Achmad Tjakoen Tjokrohadi (97) purnawirawan TNI berpangkat Letnan Kolonel yang digugat puteri kandungnya sendiri. Foto iNews TV/Deny I
Achmad Tjakoen Tjokrohadi (97) purnawirawan TNI berpangkat Letnan Kolonel yang digugat puteri kandungnya sendiri. Foto iNews TV/Deny I

Suarakita.co.id, MALANG – Ironi di masa tuanya, pensiunan TNI berpangkat Letnan Kolonel ini, digugat anaknya sendiri di Pengadilan Negeri Kota Malang.  Gugatan tersebut terkait kepemilikan rumah milik Achmad Tjakoen Tjokrohadi  (97)

Seperti yang dilansir dari SindoNews.com, Ani Hadi Setyowati sang anak yang menggugat ayahnya tersebut ini sudah 2 kali dinyatakan kalah oleh pengadilan agama hingga terakhir putusan Mahkamah Agung. Namun sang anak tak puas dan kini gugatan hukum kembali dilayangkan untuk orang-orang terdekatnya ini.

Ani Hadi Setyowati merupakan anak ke-empat dari tergugat yang merupakan ayah kandungnya sendiri Achmad Tjakoen Tjokrohadi. Padahal Achmad Tjakoen Tjokrohadi kini sudah nampak lemah karena usia tuanya.

Di masa tuanya pensiunan TNI Angkatan Darat ini malah terusik dengan masalah pelik yang dialaminya.

Bagaimana tidak sejak tahun 1997 kasus persidangan antara dirinya dan anak ke-empatnya ini sudah berlangsung tiga kali.

Pertama Pengadilan Agama Kota Malang memutuskan gugatan perkara pembatalan Akta Hibah Nomor 1000/Pdt.G/2011/Pa.Mlg pada 17 Juni 2011 lalu yang diajukan oleh Achmad Tjakoen Tjokrohadi  terhadap akta tanah dan rumah di Jalan Diponegoro Nomor 2, Kota Malang.

Hingga berdasar keputusan itu, Tatik alias Ani Hadi Setyowati anak ke-empatnya mengajukan peninjauan kembali (PK) ke hingga Kasasi di Mahkamah Agung, namun kembali kasusnya dimenangkan sang ayah Achmad Tjakoen Tjokrohadi.

Sebelumnya1 of 2

Facebook Comment
Continue Reading

Metro

Sepasang Kekasih ini Gagal Rayakan Valentine, Ditangkap Polisi Saat Sedang konsumsi Sabu

Biston Tarigan (39) dan Amelia Rahma alias Amelia (20) saat diamankan di Mapolsek Sunggal.
Biston Tarigan (39) dan Amelia Rahma alias Amelia (20) saat diamankan di Mapolsek Sunggal.

Suarakita.co.id, MEDAN – Biston Tarigan (39) dan Amelia Rahma alias Amelia (20) gagal memadu kasih saat hendak merayakan hari valentine.  Keduanya diamankan polisi dari Hotel Melala yang berada di kawasan Jalan Medan-Binjai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Keduanya ditangkap unit reskrim Polsek Sunggal dari satu kamar hotel Melala hendak sedang mengkonsumsi sabu sebelum memadu kasih. Dari tangan keduanya diamankan satu paket sabu dan alat hisap sabu

Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna mengatakan, penangkapan keduanya berawal adanya laporan dari masyarakat. Mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan pengintaian di hotel tersebut.

“Mereka diamankan dari kamar nomor 30, saat pintu didobrak keduanya sedang asik mengkonsumsi sabu,” ucapnya

Saat ini keduanya masih dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui dari mana keduanya membeli sabu.

“Kalau yang pria mengaku sudah dua tahun ini mengkonsumsi sabu. Alasanya untuk menambah stamina,” ucapnya (BS)

Facebook Comment
Continue Reading

Metro

Heboh Penghasilan Pengemis ini, Bisa Beli Mobil Mewah. Segini Besaran Pendapatannya setiap Bulan

Suarakita.co.id, Bontang – Ternyata menjadi seorang pengemis mempunyai penghasilan menggiurkan.  Dalam sehari seorang pengemis bisa mendapatkan penghasilan ratusan ribu.

Seperti yang dilakoni kek Addul yang kini berusia 78 tahun. Ketika diamankan oleh satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Pemkot Bontang di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, dirinya mengaku berpenghasilan Rp 600 ribu perhari. Bila dikalikan, dalam sebulan kakek dari Madura tersebut bisa menghasilkan uang  Rp 18 Juta.

Sedangkan biaya hidup yang dikeluarkannya setiap bulan, berkisar Rp 4 juta. Berarti setiap bulannya ia bersih mengantongi uang Rp 14 Juta. Kira-kira bisa buat beli apa ya?

Dengan megandalkan uang penghasilannya selama sebulan, setiap bulannya dia bisa membeli satu unit motor, baik baru ataupun bekas. Sedangkan bila ia menabungkan uangnya selama dua tahun, kek Adul juga bisa bisa langsung beli cash Honda HR-V 1.5 S CVT seharga Rp 283,5 juta., bisa juga beli cash Honda Jazz RS CVT seharga Rp 274 juta.

Sedangkan kalai mau berkesan mewah, ia juga bisa beli sedan Toyota Vios G M/T seharga Rp 295 juta. Sedangkan untuk MPV, ada pilihan Toyota Sienta 1.5 Q CVT Rp 299,9 juta.

Besar juga ya, penghasilannya dari meminta-minta. Banyak barang yang bisa dibelinya, sayangnya sebelum barang-barang diatas bisa dibelinya, Kek Addul sudah keburu ditangkap satpol PP Pemko Bontang

Kasi Operasi dan Pengendalian, Satpol PP Bontang, Sunaryo mengatakan,  kek Addul tersebut mengaku sudah sejak beberapa bulan ini mengemis. Setiap dua bulan sekali, setelah mengumpulkan uang dari mengemis, dia pun kembali ke kampungnya di Madura.

“Setelah uangnya dihabiskan, dia (kek Addul) kembali lagi ke Bontang. Dia pulang pergi naik pesawat,” jelasnya

Penangkapan terhadap Addul sebutnya ketika ia curiga gerak-gerik kek Addul yang sering ditemui petugas masuk ke pemukiman warga. Dari kecurigaan itu, pihaknya, menurunkan petugas berpura‑pura sebagai warga sipil dan membuntuti kakek Addul.

“Ketika dia beraksi, anggota langsung menangkap kek Addul, tapi sempat dihalangi warga,” ucapnya

Kek Addul sebutnya sempat melakukan peralawan ketika diamankan, karena sempat meneriaki anggota satpol PP maling. Warga yang mendengar teriakkan tersebut, sempat akan menghakimi anggotanya.

“Saat diamankan dia teriak, kumpullah warga. Untung anggota sigap dengan menunjuk surat tugasnya

Taktik petugas ini pun berhasil mengecoh Addul. Pelaku yang tak sadar tengah dipantau, segera diringkus saat menjalankan aksinya di Tanjung Laut. “Anggotanya curiga, karena setiap patroli, kakek ini sering ditemui di jalan,” tuturnya.

Upaya penangkapan Addul sendiri sempat dihalangi warga. Pasalnya, saat diamankan, Addul, sontak  berteriak meminta pertolongan. Warga disekitar lokasi yang mendengar Addul langsung merapat, dan nyaris menghakimi petugas yang tengah menyamar. Beruntung, petugas dengan sigap menunjukan identitas dan surat tugas, akhirnya warga mengurungkan niat mereka.

“Saya sempat diteriaki maling sama dia (Addul‑Red), langsung saya tunjukkan kartu identitas dan surat tugas,” katanya. (*)

Facebook Comment
Continue Reading

Trending