ACT Distribusikan 6.000 Paket Makanan di 15 Rumah Sakit Gaza

oleh
pengungsi palestina
Seorang anak pengungsi Palestina saat menerima bantuan dar dapur umum Indonesia

SUARAKITA.CO.ID, GAZA- Nasi putih sudah ditanak, tinggal dicampur dengan belasan bumbu rempah yang kaya. Mulai dari jinten, bawang merah, cengkeh, bawang putih, kurma, juga kenari dan beberapa bumbu lainnya. Tak lupa potongan daging kambing untuk melengkapi hidangan. Siang itu, akhir pekan di Gaza – Palestina ada kesibukan yang sudah dimulai sejak pagi.

Jumat (12/1) dan Sabtu (13/1) Dapur Umum Indonesia di Gaza kembali mengepul. Menu makanan yang disajikan tetap istimewa: nasi biryani, potongan daging ukuran besar, dan salad sebagai pelengkap. Dua hari di akhir pekan, Dapur Umum Indonesia di Gaza kembali siapkan ribuan paket pangan.

Target distribusinya pun masih serupa; ada ribuan pasien yang sedang terbaring di rumah sakit. Mereka tidak mendapat porsi makanan yang cukup dari rumah sakit. Rumah sakit di Gaza menyatakan tak sanggup untuk menyediakan makanan setiap hari untuk pasien-pasiennya.

Sudah hampir sebulan ini, Kementerian Kesehatan Palestina memang mengabarkan kondisi pelik yang dialami belasan rumah sakit di Gaza. Akibat ekonomi yang sulit, rumah sakit di seantero Gaza rata-rata tak sanggup lagi siapkan porsi makanan setiap hari.
Namun, memasuki pekan ke-2 Januari 2018 ini, kabar baik datang dari mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gaza.

Seorang mitra, Muhammad Najjar mengatakan, beberapa rumah sakit mulai memberikan pelayanan seperti biasa bagi para pasien.

“Alhamdulillah, distribusi makanan dari rumah sakit untuk pasien-pasiennya mulai normal beberapa hari terakhir. Tapi tetap saja, kondisi ekonomi Gaza masih tetap sulit,” kata Najjar.

Kenyataannya memang demikian, ekonomi Gaza tetap ambruk. Hidup dalam kepungan dan blokade Zionis Israel, mayoritas pasien rumah sakit adalah masyarakat miskin, tak sanggup memenuhi kewajibannya ke rumah sakit. Rumah sakit di Gaza pun kebanyakan berjalan dengan bantuan kemanusiaan dari pihak lain di luar Gaza.