Coba Tembak Polisi, Resedivis dari Batubara Langsung ditembak Polisi. Ini Kronologisnya

oleh

Suarakita.co.id, SIMALUNGUN – Polres Simalungun menembak mati Mukhlis Sahbuddin alias Sulis alias Putra (34), warga Gang Setia, Desa Suka Maju, Tanjung Tiram, Batu Bara. Tindakkan tegas tersebut, dikarenakan pelaku melawan saat hendak ditangkap, Kamis (18/1/2018)

Informasi yang didapat, aksi kejahatan yang dilakukan pelaku dan Darwin Samosir Alias Darwin (26), Warga Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun berawal saat keduanya melakukan aksinya di dalam sebuah rumah yang juga merupakan salon molik korban Andri Herdyansyah Alias Supri yang terletak di Huta Bosar Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan, Pencurian dengan Kekerasan dilakukan oleh keduanya terjadi pada, Sabtu (6/1/2018).

Dalam menjalankan aksinya, Kedua pelaku terlebih dahulu melumpuhkan korbannya dengan cara memukulkan laras senjata api rakitan jenis pistol/ Revolver (laras pendek) ke kepala korban.

Selanjutnya kedua pelaku mengikat tangan korban dan menguras harta milik korban, berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX tanpa nomor Polisi, satu unit Handphone merk Sony Xperia M4E253 warna hitam dan sattu untai kalung emas seberat 2 mayam. Akibatnya korban mengalami kerugian materil sebesar Rp. 12 juta

“Awalnya setelah adanya masuk laporan ke kami (Polres Simalungun), langsung melakukan penyelidikkan,” ucap Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Kamis (18/1/2018)
Tepat pada hari Jumat (12/1/2018), didapat informasi seorang saksi Melani Boru Situmeang mengetahui bahwa HP merk sony XPeria tersebut ada pada temannya bernama Siti Rahma Alias Ade.

Kemudian sekira pukul 17.30 wib, Siti Rahma Alias Ade diamankan dari rumahnya bersama seorang laki-laki yang diduga kuat merupakan salah satu pelaku yang diketahui bernama Darwin Samosir Alias Darwin.

Siti Rahma Alias Ade menerangkan, bahwa Kalung emas milik korban masih disimpan dan Handphone merk sony XPeria tersebut sudah digadaikan kepada seorang laki-laki pekerja Koperasi harian yang sehari-hari dipanggil Pardede Koperasi.