Heboh Lima Fraksi Dukung LGBT, Bamsoet Siap Lepas Jabatannya

oleh
Sejumlah warga yang tergabung dari Forum Umat Islam Boyolali (FUIB) berunjuk rasa menolak pasangan sejenis di halaman kantor DPRD Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (16/10). Mereka meminta aparat penegak hukum dan pemerintah Kabupaten Boyolali untuk lebih tegas menyikapi fenomena pasangan sejenis yang terjadi di Boyolali. ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho/aww/15.

Suarakita.co.id, Jakarta – Bola panas yang dilontarkan Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan terkait adanya lima fraksi yang mendukung LGBT menjadi perdebatan wargaNet.

Bahkan beberapa tokoh di Indonesia juga ikut merespon ucapan Zulkifli Hasan saat berada di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu lalu (20/1/2018),

Ketua DPR yang baru Bambang Susatyo turut menyambar isu ini dengan menyatakan siap mundur dari posisi Ketua DPR yang baru dijabatnya ‘apabila LGBT dilegalkan.’

Dalam rancangan KUHP yang tengah dibahas di DPR, ada upaya memperluas pasal perzinahan dan percabulan.

Antara lain, seperti dikatakan anggota Komisi III DPR dari PPP, Arsul Sani, mereka ingin agar pasal perbuatan cabul diperluas hingga menyasar kalangan LGBT.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, melalui cuitannya seperti yang dilansir BBC, menyatakan dukungannya

Menurutnya, “sangat tepat bila diperluas pengertiannya sesuai dengan nilai-nilai budaya Indonesia”, termasuk dengan memasukkan pasangan sesama jenis dalam definisi perzinahan, yaitu mereka yang berhubungan seks dengan orang yang bukan pasangan sah, termasuk yang sesama jenis.

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Susatyo mengatakan bahwa meski tidak ada pembahasan rancangan undang-undang khusus terkait LGBT, namun dalam pembahasan pasal KUHP, muncul usulan bahwa pidana pencabulan sesama jenis tidak hanya berlaku untuk korban anak di bawah umur, tetapi juga pencabulan yang dilakukan antara orang dewasa sesama jenis.

Sebelumnya, dalam pasal KUHP ada aturan soal pencabulan sesama jenis terhadap anak di bawah umur yang masuk kategori tindak pidana.

Usai kunjungannya ke rumah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Minggu (21/1), Bambang mengatakan, “Buya (Syafii) dengan tegas meminta agar LGBT tidak dilegalkan karena berlawanan dengan jiwa Pancasila. Saya berjanji melaksanakan amanat dengan pertaruhan mundur dari jabatan Ketua DPR jika LGBT dilegalkan di republik ini,” katanya.

Ia tak menjelaskan apa yang dimaksud legalisasi LGBT dan apa yang mengarah ke sana.

Pernyataan Bambang itu kemudian ditanggapi oleh warganet @LisraSukur yang mencuitkan bahwa dia seharusnya mundur karena LGBT memang legal di Indonesia karena sejauh ini tidak ada aturan yang secara jelas mempidanakan kelompok LGBT. (bbc)