Sidak di Puskesmas dan Tidak Ada Dokter, Bupati ini Murka

oleh
Bupati Simalungun JR Saragih saat sidak di Puskesmas Haranggaol
Bupati Simalungun JR Saragih saat sidak di Puskesmas Haranggaol

SUARAKITA.CO.ID, HARANGGAOL – Bupati Simalungun JR Saragih melakukan sidak ke wilayah Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Setibanya di Puskesmas Haranggaol, JR Saragih emosi ketika melihat tidak ada satu pun dokter yang berjaga.

JR Saragih datang ke Haranggaol ditemani oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun dr Deborah menyambangi Kecamatan Haranggaol.

Setibanya di Haranggaol sekira pukul 14.00 WIB, orang nomor satu di Kabupaten Simalungun ini langsung mendatangi Puskesmas. Raut wajah JR Saragih pun langsung berubah.

“Kemana ini semua dokter yang ada di Puskesmas? Masa tidak ada satu pun dokter yang bertugas? Sementara masyarakat di sini cukup banyak jumlahnya,” tegas Bupati Simalungun JR Saragih

Seperti diketahui, dokter yang bertugas di Puskesmas Haranggaol yakni dr. Ita Ginting selaku dokter umum dan dr. Hepi selaku dokter gigi tidak ada di Puskesmas.

Menurut salah satu perawat yang bertugas, kedua dokter tersebut hanya datang ke Puskesmas setiap hari senin, bahkan tempat tinggalnya pun berada di Medan.

“Di puskesmas cuma ada dua dokter yakni dokter gigi dan dokter umum. Mereka hanya datang setiap hari senin, lagi pula tempat tinggalnya jauh. Keduanya tinggal di Medan,” jelas perawat yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Dengan nada tinggi, JR Saragih kepada seluruh petugas di Puskesmas agar bekerja dengan baik apalagi persoalan kesehatan sangat diutamakan dalam kinerjanya.

“Masa, dokter yang bertugas di sini hanya satu kali seminggu?, seharusnya setiap hari harus ada yang àberjaga-jaga demi kesehatan masyarakat,” urainya.

Baginya, kesehatan merupakan hal yang paling utama di dalam kehidupan manusia khususnya masyarakat. Bila hidup sehat maka pertumbuhan perekonomian juga akan bertumbuh dengan baik.

“Bagaimana manusia bisa beraktifitas jika kondisi kesehatannya tidak segar. Oleh karenanya, buat saya kesehatan sifatnya sangat utama dan tidak bisa ditoleransi makanya saat masyarakat sakit, kesiapan dokter juga harus siap,” tutupnya.(si)