Pasar Tavip Amburadul, Tiga Anggota Dewan Binjai ini Beri Kartu Merah Kadis Tenaga Kerja perindustria dan Perdagangan

oleh
Raporet Merah
RAPORT MERAH: Anggota DPRD Binjai Njoreken Pelawi, Jonita Agina Bangun dan Atan Sitepu sidak di Pasar Tavip Binjai banyak menemukan persoalan mulai dari kios jadi lokasi mesum, sampah berserakan , jalan rusak dan drainase tumpat. (ozie)

Suarakita.co.id, Binjai – DPRD Binjai sangat kecewa dan berikan raport merah atas kinerja Kadis Tenaga Kerja Perindustrian Perdagangan Kota Binjai Tobertina. Dalam sidak ke Pasar Tavip Binjai, Rabu (7/2) pihak komisi B DPRD Binjai menemukan akses jalan rusak, drainase tersumbat, sampah dimana-mana, kios pedagang kosong di rusak, bekas kantor Dinas Pendapatan Binjai di jadikan tempat sampah dan buang air besar dan beberapa kios kosong di jadikan lokasi mesum.

Kondisi pasar tradisioanal kebanggaan kota Binjai ini benar-benar semraut dan sangat jorok di banyak tempat. Akibatnya omset pedagang di lokasi tersebut bayak yang turun mencapai 70 persen.

Pantauan di lapangan sebelum keliling sidak di Pasar Tavip Binjai tiga anggota DPRD Binjai Njoreken Pelawi fraksi Demokrat, Atan Sitepu fraksi PDI-P dan Jonita Agina Bangun fraksi Hanura bertemu dengan puluhan pedagang pasar tavip di satu warung kopi .

Pada pertemuan itu pedagang curhat soal kondisi pasar Tavip Binjai yang sudah tidak aman lagi dan jarang pembeli dan ada kios yang di jadikan sarang mesum sama preman pasar.Kondisi pasar Tavip Binjai benar-benar membutuhkan figur pejabat yang mau turun bekerja keras kelapangan bukan seperti pejabat yang sekarang ini.

Selesai bertemu dan mendengarkan keluhan dan harapan para pedagang, tim komisi B DPRD Binjai yang membidangi pasar di pandu oleh dua pedagang Ucok dan Khairul berkeliling pasar tavip Binjai.

Anggota DPRD Binjai Jonita Agina Bangun kepada wartawan di lokasi mengatakan perlunya perhatian dari Pemko Binjai dengan kondisi yang sanagt parah ini.

“ Hasil sidak di pajak tavip DPRD Binjai sangat kecewa karena rugikan keuangan Pemko Binjai . Raport merah di perlukan evaluasi untuk pengembangan pengelolaan. Dan kita minta tindakkan tegas walikota Binjai ,”kata Jonita Agina Bangun.

Sumber yang namanya tidak mau di tulis menyebutkan bahwa kepala pos polisi Pasar Tavip jarang berada di tempat.

“Akibatnya pedagang resah dan keamanan tidak kondusif dan pedagang minta perhatian dari Kapolres Binjai yang baru AKBPDonalp Simanjuntak.

Sementara itu terkait adanya beberapa kios kosong yang dijadikan lokasi mesum sama preman sejumlah pedagang di sekitar lokasi membenarkan hal itu.

“Itu pak kiosnya tempat mesum itu kata seorang pedagang di situ ,”kepada wartawan (op)