Dishub Medan Lakukan Razia Taxol, Ini Rintihan para Driver Taxol

oleh

MEDAN – Para driver Taxi Online (taxol) meradang dengan dilakukannya razia yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan. Dalam razia  tersebut, Satlantas Polrestabes Medan meminta semua supir berbasis online SIM A menjadi SIM A Umum serta melakukan uji kendaraan bermotor (kir).

Menurut driver Taxi Online kebijakkan yang dilakukan pemko Medan melalui dinas perhubungan sangat merugikan mereka. Dengan dilakukannya razia tersebut, secara tidak langsung membuat mereka sulit untuk beroprasi.

“Sudah lah (Pemko Medan) tidak memberi lapangan pekerjaan,  ini malah menghambat penghasilan masyarakat dan tahunya membuat susah saja,” ucap Riza C seorang supir Taxol yang merasa keberatan dengan razia yang dilakukan Dishub Medan

Ia pun mempertanyakan, bagaimana dengan angkot dan taksi konvensional yang selama ini beroprasi tanpa ada menggunakan sim A umum. Lebih parah lagi sebutnya, kendaraan mereka (angkot)  sudah tidak layak pakai.

“ini jelas-jelas taxol itu kendaraan wajib 2012/2013 keatas. Miris kali melihat kejadian ini. Emang Dipikir ongkos konsumen taksi online itu cukup. Untuk bayar kredit, beli minyak, ganti oli, ganti ban (bayaran setoran),”  keluhnya.

Senada juga diucapkan  Firman supir taxol lainnya. Saat ini, ia mengaku heran dengan kebijakkan tersebut yang sudah sangat merugikan driver.

“Bila tidak ada bonus dari perusahaan, sudah banyak mobil yang ditarik Leasing.  Apakah setelah mengurus speksi, sim A umum dan lain-lain, bisa menjamin nasib mitra taksi online. Bagaimana, bila nanti perusahaan memberi suspend kepada mitra, gara-gara peraturan yang dibuat,” ucapnya.

Sedanngkan Ferdy menganggap apa yang dilakukan dishub seakan-akan menunjukkan sensinya kepada driver taxol.  Sebab selama ini menurutnya, hanya keberadaan taxol saja yang diributkan, sedangkan supir angkot yang banyak tidak mempunyai SIM A umum tidak diributkan

“Kira-kita angkot di Medan ini sopirnya pada punya SIM gak ya, trus kendaraannya kira-kira masih pada layak beroperasi apa ngk?.  Asik transportasi online saja yang diributkan. Tolong adil donk buat aturan angkot diperiksa juga semua kelengkapannya serta kelayakan nya. Kan mereka supir juga,” ucapnya

Seperti diketahui Tindakan razia tersebut diambil untuk menegakkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Selain itu razia gabungan tersebut, seakan menjadi peringatan keras untuk 32 ribu sopir taksi online yang beroperasi di Kota Medan, Binjai dan Deliserdang.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Medan, Edison Brase Hamonangan Sagala mengatakan, sampai dengan seminggu ke depan, operasi hanya memberi peringatan dan mendata pengemudi.

“Apabila nanti ketahuan masih belum melengkapi persyaratan sesuai Permenhub No 108 tahun 2017, mereka akan dianjurkan untuk memenuhi peraturan. Razia ini akan terus kami lakukan sampai 15 Februari mendatang,” ucapnya (nd)