Ini Awal Mula Nama Tanjakkan Emen dan 3 Kisah Mistis dibalik Angkernya Tanjakkan Emen

oleh

Suarakita.co.Id, Subang – Tanjakkan Emen yang beradai di ruas jalan Subang, Jawa Barat kembali memakan korban. Kali ini dalam kecelakaan, Sabtu (10/2/2017) sebanyak 27 orang meninggal dunia

Ternyata turunan (tanjakkan) Emen  mempunyai kisah misteri  bagi warga sekitar, berbagai macam versi pun berseliweran dari mulut ke mulut tenjang tanjakkan tersebut.

Kenapa tanjakkan dan turunan tersebut diberi nama Emen, ternyata mempunyai kisah. Kisah pertama menyebutkan, menjelang kemerdekaan Indonesia, ada seorang pria paruh baya bernama Emen yang menjadi korba tabrak lari hingga tewas.

Si penabrak menyembunyikan mayat Emen di sela-sela rimbunnya pohon dan ilalang. Mayat Emen yang sudah membusuk akhirnya ditemukan warga di sekitar lokasi tanjakan itu. Warga sekitar meyakini, sejak saat itulah arwah Pak Emen menuntut balas.

Jika ada pengemudi yang pernah menabrak orang atau binatang tetapi tidak bertanggung jawab, dia akan mengalami kecelakaan di tanjakan itu.

Penyebab kecelakaan itu memang aneh, beberapa sopir yang nyaris menjadi korban ‘keisengan’ arwah Emen berkisah. Jika tidak ‘permisi’ dulu saat melalui tanjakan itu, seolah-olah dari arah depan ada kendaraan lain melaju kencang dan ingin menabrak. Dalam kondisi panik serta dalam kecepatan tinggi, biasanya sopir akan menghindar dan banting stir hingga terbalik, atau menabrak tebing. Cerita itu cukup ‘nyambung’ jika didata, banyaknya kecelakaan tunggal yang terjadi di sana.

Kisah lain menyebutkan, semasa hidupnya Emen dikenal sebagai supir pemberani. Suatu malam, sekitar tahun 1964, Emen sedang mengakut ikan asin dari Bandung ke arah Subang. Persis di tanjakan itu dia mengalami kecelakaan. Mobilnya terbalik, terguling-guling dan terbakar. Saat itu jalan sedang sepi. Tidak ada yang menolong Emen yang terjebak di dalam mobil yang membakarnya hidup-hidup.

Mitos Buang Rokok

Cerita warga dan para sopir yang biasa melintas, banyak kejadian aneh di sana. Mobil yang sehat, tiba-tiba mogok. Begitu supirnya turun dari mobil ingin memperbaiki, tiba-tiba dia kesurupan dan kejang-kejang. Atau mobil yang meluncur turun, tiba-tiba remnya mendadak blong.

Menurut kepercayaan warga seperti yang dilansir dari gspradio, kejadian itu hilang begitu saja, kala sebatang rokok dinyalakan dan dilempar ke pinggir jalan sebagai simbol memberikan rokok kepada arwah Emen. Konon dulunya, Emen amat selalu merokok saat mengemudi.

Jika dilihat konstruksi jalan, pangkal penyebab kecelakaan sebenarnya karena posisi turunan atau tanjakan Emen terbilang cukup ekstrim. Dengan kemiringan sekitar 45-50 derajat sepanjang kurang lebih 2-3 km ini jalan ini memiliki tikungan tajam memaksa supir piawai dan ekstra hati-hati memegang kemudi. Tanjakan Emen telah diperlebar.

Sumber: gspradio

Facebook Comment