JR Minta 2 Juta Orang Pecinta JR-Ance untuk tetap Tenang

oleh

Suarakita.co.id, Medan – Setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk maju di pilgub Sumut  karena permasalahan ijazah,  bakal calon Gubernur JR Saragih akan menempuh jalur hukum.

“Diatas manusia, masih ada Tuhan dan kita akan melakukan gugatan,”ucap JR Saragih kepada wartawan usai Rapat Pleno Terbuka Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 di ballroom hotel Grand Mercure Maha Cipta Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (12/2/2018)

Jr pun mengatakan sesegera mungkin dirinya akan melakukan gugatan terkait tidak diloloskannya ia oleh KPU Sumut.

“Sesegera mungkin, kita lakukan gugatan,” ucapnya

Ia pun meminta kepada dua juta orang pecinta JR untuk tetap tenang dan biarkan hukum yang berjalan.

“ada 2 juta lebih pecinta JR, saya minta pecinta JR – Ance tetap kita melakukan yang terbaik, biarkan hukum yang berjalan,” ucapnya sambil menangis

Seperti diketahui, dasar KPU Sumut menyatakan berkas JR Saragih tidak lengkap, adalah fotokopi ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang.

Sementara itu, dengan adanya permasalahan berkas Ijazah JR yang tidak lengkap seperti yang diungkapkan KPU membuat tanda tanya masyarakat.

“Bagaimana bisa ijazah JR Saragih bermasalah, dia kan lulusan Akademi Militer (Akmil). Kan tidak bisa sembarangan orang masuk akmil, selain itu dia kan bupati dua periode dan berkas-berkasnya KPU juga yang meriksa. Kan aneh kalau sekarang ijazah dibilang bermasalah,” ucap M Hutapea

Sementara itu, seperti dilansir dari situs demokrat.or.id, selepas lelulus SMA, atas saran para petinggi TNI AD,  JR Saragih mendaftar sebagai taruna Akademi Militer di Magelang. Persiapan dan kerja kerasnya menuai hasil. Ia diterima dan lulus dari Akmil hingga memulai kariernya sebagai seorang perwira TNI.

Sejumlah penugasan pernah dijalaninya antara lain jadi personel elite Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dan Komandan Subdenpom Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) Purwakarta, Jawa Barat.

Usai menjalani tugas sebagai Komandan POMAD, JR Saragih memutuskan untuk mengakhiri kariernya di  militer.  Ia memilih mengembangkan usaha yang sudah dirintisnya: klinik kesehatan di Purwakarta. Sebuah klinik yang dia dirikan dengan mengumpulkan gajinya demi membantu warga yang kesulitan mengakses mahalnya layanan kesehatan.

(tj)

Facebook Comment