ini Alasan Kadis Perijinan kota Binjai Kenapa Warung Waralaba Menjamur di Binjai

oleh

Suarakita.co.id, Binjai – Komisi A DPRD Binjai dipimpin ketuanya Antasari fraksi PPP Binjai menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak Kadis Perijinan Kota Binjai Ismail Ginting bertempat di ruang rapat komisi A DPRD Binjai di gedung Ovany Jalan T.Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kamis,(15/2) siang.

Pantaun suarakita.co.id, ada yang aneh dalam RDP tersebut dimana dari pihak Dinas Perijinan kota Binjai hanya kadisnya saja yang hadir biasanya dinas-dinas yang lain akan hadir juga kabid –kabidnya.

Sementara dari pihak komisi C DPRD Binjai hadir Nora fraksi Golkar, Syarief Sitepu fraksi PDI-P , Deni fraksi NasDem, Ema Gata fraksi PAN dan Ardianysah Putra fraksi Demokrat Binjai.

Ketua Komisi A DPRD Binjai menyayangkan pihak dinas perijinan yang terlalu gampang memeberi ijin berdirinya warabala modern di setipa pojok kota Binjai sehingga berdampak mematikan pedagang tradisional yang notabene bermodal kecil. Dari lima kecamatan di Binjai sudah berdiri 33 warabala artinya satu kecamatan bisa ada 6 warabala,” kata Antasari.

Syarief Sitepu dari fraksi PDI-P Binjai mempertanyakan apa payung hukum untuk tidak bertambahnya lagi warbala di Binjai.

Sementara kadis perijinan kota Binjai Ismail Ginting mengatakan dalam pendirian warabala di Binjai dirinya sudah berusaha untuk tidak menambah namun payung hukum dirinya tidak ada.

“ Saya sedang siapkan Perwa , karena sat ini pihaknya hanya membatasi dimana-mana titik yang tidak boleh. Pendirian warabala itu harus ada kajian dari konsultan ,”jelas Ismail Ginting

Terkait hal tersebut diatas elemen masyarakat Binjai meminta pihka Pemko Binjai untk tidak lagi menambah warabala di Binjai karena banyak pedagang gosir yang terdesak oleh berdirinya warabala yang menawarkan kenyamanan berbelanja padahal harga lebih mahal. (OP)

KET FOTO . MENJAMUR . Warabala menjamur di Binjai pedagang grosir menjerit hilang omset. (op)