Segini Besaran Penghasilan Driver Pengantar Tuyul

oleh
Kapolrestabes Medan saat memaparkan penangkapan driver Grab yang menjalankan aplikasi Tuyul
Kapolrestabes Medan saat memaparkan penangkapan driver Grab yang menjalankan aplikasi Tuyul

Suarakita.co.id, MEDAN – Polrestabes Medan meringkus tujuh driver Grab Car dan seorang teknisi HP yang menjalankan order fiktif atau yang lebih dikenal dengan nama ‘tuyul’. Kasus pengungkapan Aplikasi Tuyul ini, bukan kali ini terjadi, tapi juga sudah pernah diungkap di Makar dan juga Jakarta.

Dalam menjalankan aksinya, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto para pelaku sudah empat bulan melakukan aksinya. Bahkan, keuntungan yang didapat dari menjalankan aplikasi ini terbilang lumayan.

“Mereka ini sudah satu tahun ini beraksi, dan dari perhitungan kami pihak Grab merugi hingga Rp 120 juta,” ucapnya

Ketujuh tersanka yang berhasil diamankan yakni, Sarwoedi Sembiring (30) warga Jalan Karet Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Dia inilah yang berperan sebagai pembobol jaringan.

Kemudian, tujuh driver lainnya yakni Yos Andre Ginting (29) warga Jalan Kayu Manis No3, Lingkungan VII, Perumnas Simalingkar, Medan Tuntungan, Douglas Dapot Hutabarat (38) warga Jalan Pembangunan No24, Kelurahan Sitirejo, Medan Amplas, Kristinodo Simamora (36) warga Jalan Pinang Raya I No5, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

Amiruddin Mendrofa (40) warga Jalan Raharja No48, Lingkungan XII, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Afandi Penampat Peranginangin (28) warga Jalan Bunga Rinte, Simpang Selayang, Dedy Setiawan Ginting (29) warga Jalan Djamin Ginting, Gang Bendungan, dan Agustinus Ginting (38) warga Jalan Setia Budi, Gang Ampera, Sunggal.

Saat diintograsi seorang driver mengatakan, sudah empat bulan beroprasi mengantar tuyul. Ia pun mengaku mendapat penghasilan yang cukup lumayan.

“700 ribuan penghasilannya, uangnya untuk keperluan sehari-hari,” ucap Amiruddin
Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal 30, Pasal 32, Pasal 46, Pasal 35 dan Pasal 51 UU RI No 19 tahun 2016 menyangkut Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Para tersangka diancam dengan kurungan sembilan tahun penjara.

Terpisah, seorang driver grab lainnya mengaku bersyukur dengan ditangkapnya driver tuyul itu.

“Tahu aku siapa-siapa saja pemainnya di simpang pemda itu. Pelit kali driver siluman itu,” ucap seorang driver yang minta namanya tidak dituliskan.

Ia mengatakan, biasanya dalam menjalankan aksinya ketika mau pulang pun mereka memainkan (aplikasinya).

“Nanti mereka berhenti bentar untuk grab share sambil ngidupin aplikasinya. Dia pulang tapi terlihat seperti ngantar,” ucapnya.

Namun ada juga driver yang menyayangkan polisi menangkap rekannya. Ia beralasan, driver tersebut mencari uang dengan cara cerdas.

“Mereka kan cari uang dengan cara cerdas, karena kalau yang Real banyak di suspend oleh pihak grab,” ucap driver lainnya. (bs)