Berhadapan dengan Jepang, Timnas Indonesia U-19 Waspadai Permainan

oleh

Suara Jakarta – Timnas Indonesia U-19 siap meladeni permainan Timnas Jepang U-19 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/3/2018).

Menurut pelatih Timnas Indonesia U-19 Bima Sakti, Jepang memiliki permainan menekan.

Karena itu, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan harus bisa bermain kolektif dengan mengandalkan operan cepat untuk bisa memutus serangan Jepang.

“Jepang melakukan tekanan sejak di garis depan yang membuat pemain belakang lawannya kesulitan membangun serangan,”ujar Bima Sakti seperti dikutip dari Antara.

Sebagai pelatih, Bima Sakti merasa tertantang dengan pertandingan melawan Jepang. Pasalnya, Samurai Biru merupakan tim besar yang merupakan salah satu kekuatan di Asia.

Terlebih lagi, laga nanti merupakan debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19.

“Saya baru mendapatkan informasi kami akan menghadapi Jepang sekitar sebulan yang lalu. Jika biasanya pertandingan internasional pertama melawan tim yang kualitasnya di bawah, ini tidak. Ini tantangan untuk saya dan saya suka tantangan,”ujar Bima.

Menurut pria yang juga asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 tersebut, melawan Jepang merupakan media mengukur kekuatan Garuda Jaya sebelum berlaga di Piala AFF 2018, pada 2-14 Juli 2018 dan Piala Asia U-19 2018 pada 18 Oktober-4 November 2018.

“Semoga kami bisa menampilkan permainan terbaik di laga menghadapi Jepang,”kata Bima menuturkan.

Komentar senada dilontarkan kapten Timnas Indonesia U-19 Rachmat Irianto. Pemain yang akrab disapa Rian itu pun meminta rekan-rekannya waspada melawan Jepang.

“Kami harus berhati-hati, karena Jepang mempunya pemain yang cepat. Melawan Jepang merupakan pertandingan berat, tetapi kami akan berusaha menunjukkan yang terbaik,”kata Rachmat.

Timnas Indonesia U-19 mendapat angin segar melawan Jepang. Dua pemain yang sebelumnya tidak hadir dalam latihan, gelandang Asnawi Mangkualam Bahar dan bek Nurhidayat Haji Haris sudah bergabung dengan skuat. (sk/min) 

Sumber: CNN Indonesia